Kota Batu
Sepanjang 2026, Disnaker Catat Hanya Ada 4 Pekerja di Kota Batu yang di-PHK, Ini Penyebabnya
Tahun 2026 jadi tantangan berat bagi pekerja di Indonesia dengan 8.000 lebih orang terdampak PHK. Namun, Kota Batu punya cerita berbeda!
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Berbeda dengan data nasional yang mencapai 8.389 orang, di Kota Batu hanya ada 4 pekerja yang di-PHK hingga April 2026.
- Bukan karena disrupsi teknologi atau AI, melainkan karena pekerja sudah memasuki usia lanjut (pensiun).
- Disnaker memastikan keempat pekerja tersebut telah mendapatkan hak pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan secara penuh.
SURYAMALANG.COM, BATU - Dari data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2026 ini total ada sebanyak 8.389 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Khusus untuk Kota Batu, dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu hanya sebanyak empat pekerja yang kehilangan pekerjaanya.
Gelombang pengurangan tenaga kerja di tingkat nasional terjadi karena penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan juga transformasi digital.
Bukan karena AI, tapi Faktor Usia
Sedangkan menurut Kepala Disnaker Kota Batu, Mokhamad Forkan, PHK yang dialami pekeja di Kota Batu bukan perkara AI, melainkan faktor usia.
“Tahun ini sampai dengan bulan April ada empat orang di PHK. Untuk penyebabnya karena pekerja sudah memasuki usia lanjut,” kata Forkan, Selasa (28/4/2026).
Terkait hak pekerja yang mengalami PHK, Forkan memastikan para pekerja telah mendapatkan hak pesangon.
“Benar. Perusahaan telah memberikan hak pesangon serta jaminan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Baca juga: Otak SK ASN Palsu Gresik Tertangkap di Kalimantan Tengah, Tipu 14 Korban hingga Rp1,5 Miliar
Forkan memastikan, sampai dengan saat ini di Kota Batu belum ada laporan PHK yang berkaitan langsung dengan penerapan teknologi AI di perusahaan.
“Belum ada laporan soal itu,” jelasnya.
Penyebab AI Belum Picu Pengangguran di Batu
Menurut Forkan, penyebab AI belum memicu pengangguran karena struktur perekonomian di Kota Batu didominasi sektor pariwisata, pertanian, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Dengan begitu, masih banyak sektor industri yang memerlukan tenaga kerja manusia.
“Namun kami mendorong pekerja memiliki kemampuan yang menjadi keunggulan manusia dan tidak mudah digantikan mesin,” terangnya.
Siapkan Benteng Hadapi Era Digital
Meski saat ini masih aman dari ancaman AI, Disnaker Kota Batu mulai menyiapkan antisipasi menghadapi perkembangan teknologi yang dinilai tidak bisa dihindari.
Beberapa langkah antisipasi itu di antaranya memberikan pelatihan literasi digital dasar yang relevan dengan sektor unggulan daerah.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Selasa 28 April 2026: Mayoritas Hujan, Kepanjen-Tajinan Berawan
Pelatihan difokuskan pada kemampuan yang sulit digantikan AI, seperti kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, serta empati dalam pelayanan pelanggan.
“Kami juga akan memfasilitasi sertifikasi profesi baru yang muncul akibat perkembangan teknologi, seperti analis data pariwisata maupun spesialis pemasaran digital berbasis AI,” pungkas Forkan.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com
| Pemkot Batu Berupaya Mencegah Menurunnya Debit Air di Sejumlah Sumber Mata Air |
|
|---|
| Ada 4 Wilayah di Kota Batu yang Belum Bangun Koperasi Desa Merah Putih Karena Keterbatasan Lahan |
|
|---|
| Pedagang Among Tani Batu Cuma Bisa Beli Token Listrik di UPT Rp 50 Ribu, Pihak Terkait Bungkam |
|
|---|
| Sering Jadi Lokasi Mengakhiri Hidup, Pemkot Batu Akan Pasang Pagar dan CCTV di Jembatan Cangar |
|
|---|
| Pengakuan Eks Pejabat Kota Batu Ditawari Kios Pasar Among Tani oleh Oknum ASN hingga Rp100 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sepanjang-2026-Disnaker-Catat-Hanya-Ada-Empat-Pekerja-di-Kota-Batu-yang-di-PHK-Ini-Penyebabnya.jpg)