Kota Batu
Plt Wali Kota Heli Suyanto Ingatkan Peranan Buruh bagi Kemajuan Kota Batu
Kota Batu menjadi salah satu daerah di Tanah Air yang menerapkan program perlindungan bagi pekerja sektor informal termasuk buruh
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ada 13.590 pekerja informal dan pelaku UMKM di Kota Batu telah mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari Pemkot Batu dengan total anggaran lebih dari Rp 2 miliar
- Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan, selain memberikan jaminan perlindungan, Pemkot Batu juga membuka akses pendidikan melalui Program 1000 Sarjana bagi pekerja yang ingin melanjutkan kuliah
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Kota Batu menjadi salah satu daerah di Tanah Air yang menerapkan program perlindungan bagi pekerja sektor informal termasuk buruh.
Saat ini sebanyak 13.590 pekerja informal dan pelaku UMKM di Kota Batu telah mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari Pemkot Batu dengan total anggaran lebih dari Rp 2 miliar.
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan, selain memberikan jaminan perlindungan, Pemkot Batu juga membuka akses pendidikan melalui Program 1000 Sarjana bagi pekerja yang ingin melanjutkan kuliah.
Selain itu, di momen May Day atau Hari Buruh Internasional ini Pemkot Batu juga akan meningkatkan kualitas sumber daya para pekerja agar dapat mengikuti perkembangan teknologi dan tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.
“Pemerintah Kota Batu akan terus meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan juga sertifikasi,” kata Heli Suyanto kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Sepekan Wali Kota Batu dan Istri Jalani Ibadah Haji 2026, Ini Kabarnya Bersama Jemaah Haji Lainnya
Heli Suyanto menuturkan, peran buruh memiliki andil besar dalam pembangunan di Kota Batu.
Buruh tidak hanya menjadi penggerak roda ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi utama kemajuan daerah, terutama dalam sektor pariwisata, pertanian, dan juga pembangunan infrastruktur.
“Buruh atau pekerja bukan sekadar penggerak roda ekonomi, melainkan fondasi utama dari kemajuan daerah,” ujarnya.
Menurut Heli, keberlangsungan perekonomian Kota Batu sangat bergantung pada peranan pekerja di tempat wisata, perhotelan hingga restoran.
“Tentunya tanpa pelayanan dan kerja keras teman-teman pekerja, kenyamanan wisatawan tidak akan terjamin."
"Kontribusi pekerja di sektor pertanian juga menjadi modal penting agar Kota Batu tetap memiliki keunggulan dan daya saing di tingkat nasional,” jelasnya.
Pihaknya berharap kedepan hubungan harmonis antara pelaku usaha dan juga para pekerja semakin terjalin untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
“Jika hubungan antara pekerja dan pengusaha berjalan baik, maka iklim investasi akan sehat, kesejahteraan keluarga meningkat dan angka kemiskinan dapat ditekan,” pungkasnya.
Baca juga: Menguak Hubungan Bupati Sanusi dan Wabup Lathifah yang Dikabarkan Sedang Tidak Harmonis
| Sepekan Wali Kota Batu dan Istri Jalani Ibadah Haji 2026, Ini Kabarnya Bersama Jemaah Haji Lainnya |
|
|---|
| Sederet Kejanggalan Pasar Induk Among Tani Batu: Isi Token Wajib di UPT, Jumlah Pedagang Membengkak |
|
|---|
| Bukan Demo, Kota Batu Peringati May Day 2026 dengan Nakers Award Jaga Hak Buruh dan Pengusaha |
|
|---|
| Cegah Aksi Bunuh Diri di Jembatan Cangar, Pemprov Jatim Bakal Pasang Pagar Tinggi dan Penerangan |
|
|---|
| Harga Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Warga Pakai Daun Pisang dan Besek Bambu untuk Daging Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-Plt-Wali-Kota-Batu-saat-bertemu-dengan-petani-apel-di-Kota-Batu.jpg)