Kota Batu
Lulusan SD Berebut SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri di Kota Batu, Ini Kuotanya
Cahya Wisesa mengatakan, di Kota Batu setidaknya ada 323 kursi yang tersebar di 9 SMP Negeri Kota Batu
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahya Wisesa mengatakan, di Kota Batu setidaknya ada 323 kursi yang tersebar di 9 SMP Negeri Kota Batu
- Jalur afirmasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Batu mulai dibuka Senin (18/5/2026) kemarin
- Lulusan Sekolah Dasar (SD) berebut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jalur afirmasi
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Jalur afirmasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Batu mulai dibuka Senin (18/5/2026).
Lulusan Sekolah Dasar (SD) berebut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jalur afirmasi, atau jalur dengan mekanisme penerimaan siswa baru, yang dikhususkan bagi anak dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahya Wisesa mengatakan, di Kota Batu setidaknya ada 323 kursi yang tersebar di 9 SMP Negeri Kota Batu.
Untuk itu bagi siswa lulusan SD yang akan menempuh jalur afirmasi wajib menyertakan dokumen penunjang resmi seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
“Jadi memang kami tidak hanya mengandalkan proses unggah berkas secara daring saja untuk mengantisipasi adanya manipulasi data,” kata Cahya Wisesa kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton
Cahya Wisesa menjelaskan, tim verifikator dari Dinas Pendidikan Kota Batu juga akan datang langsung untuk melakukan survei melihat kondisi para siswa agar jalur afirmasi ini benar-benar tepat sasaran.
Sehingga saat di lokasi tim akan mengecek keseluruhan, mulai dari status kepemilikan rumah, daya listrik yang digunakan, luas bangunan, jumlah tanggungan keluarga, kepemilikan kendaraan, hingga sumber pendapatan utama orang tua.
“Tim panitia khusus disiapkan untuk melakukan survei dan verifikasi faktual langsung ke rumah masing-masing pendaftar hingga 22 Juni mendatang,” ujarnya.
Survei lokasi dilakukan karena sering kali adanya ketidaksesuaian data administratif dengan kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Batu, Tatik Ismiati menuturkan, ada beberapa temuan yang didapat terkait jalur afirmasi ini, salah satunya status ekonomi keluarga calon siswa berbeda dari yang sebelumnya.
“Ada kasus di mana calon siswa tercatat sebagai penerima PIP tapi saat tim mendatangi rumahnya kondisi ekonomi keluarganya ternyata sudah sangat mapan."
"Begitu juga sebaliknya, ada warga yang tidak punya kartu pengaman sosial tetapi kondisi ekonominya mendadak memburuk akibat orang tua meninggal dunia atau terkena PHK,” terang Tatik Ismiati.
Pihaknya berharap dengan adanya survei langsung ke lokasi, jalur afirmasi benar-benar diperoleh calon siswa yang sesuai dengan ketentuan.
Baca juga: PGRI Kota Malang Dukung SPMB Transparan, Siap Awasi Internal Guru dan Kepala Sekolah
| Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton |
|
|---|
| Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto Tanggapi Pandangan Fraksi Terkait Tiga Ranperda |
|
|---|
| Merasa Dianak-tirikan, Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Belum Bisa Satu Atap di Pasar Induk Among Tani |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Kota Batu 70 Persen Selama Libur Panjang Mei 2026 |
|
|---|
| DPRD Kota Batu Minta Dugaan Jual Beli Kios dan Stan di Pasar Harus Diusut Tuntas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/SEKOLAH-RAKYAT-SRMP-14-Kota-Batu-Masing-masing-siswa-mendapat-laptop.jpg)