Rabu, 13 Mei 2026

Bojonegoro

Fenomena Air Bengawan Solo di Bojonegoro Mendadak Coklat Pekat Buat Nelayan dan Warga Resah

Nelayan asal Desa Mori Bojonegoro, mengungkapkan bahwa keruhnya air sungai Bengawan Solo itu sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, dan makin parah.

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Misbahul Munir
PENCEMARAN LINGKUNGAN - Penampakan air sungai Bengawan Solo yang mengalir di Bendungan Gerak Bojonegoro berwana coklat kehitaman pekat yang diduga tercemar, Selasa (23/9/2025) 

Laporan : Misbahul Munir

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO – Warna air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro tiba-tiba berubah menjadi coklat pekat .

Perubahan warna air sungai Bengawan Solo di musim kemarau ini membuat warga bantaran sungai resah .

Fenomena perubahan air yang diduga tercemar itu terlihat paling parah pada selasa (23/9/2025), khususnya di sekitar Bendung Gerak Trucuk dan Kalitidu.

Mulyanto, nelayan asal Desa Mori, mengungkapkan bahwa keruhnya air sungai Bengawan Solo itu sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, dan makin parah.

Kondisi ini, membuatnya yang sehari - hari mencari ikan merasakan dampaknya. Tangkapan menurun sebab ikan sukar di dapat.

"Air Bengawan Solo sekarang benar-benar coklat pekat. Biasanya menjala ikan di sekitar Bengawan dengan gampang, kini jadi susah. Hasil tangkapan jauh menurun," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini sudah lazim terjadi setiap musim kemarau. Saat debit air bengawan turun.

Pencemaran yang terjadi di Bengawan Solo ini, tidak hanya berdampak pada nelayan, Mulyanto menyebut warga sekitar bantaran sungai pun ikut terdampak, mereka hawatir kondisi ini dapat mengganggu kesehatan mereka.

"Terlebih aliran air sungai Bengawan Solo juga dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan rumah tangga. Seperti mencuci, dan untuk kebutuhan irigasi pertanian, kalau tercemar bagaimana kedepannya," tutupnya.

bengawan solo bojongoro coklat
DITELITI - Tim dari DLH saat mengambil sampel air di Bengawan Solo Bojonegoro yang diduga tercemar, untuk diuji di laboratorium, Selasa (23/9/2025)

Hingga kini, penyebab perubahan warna air Bengawan Solo masih belum diketahui. Kejadian ini pun sudah mendapatkan respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Beny Subiakto, membenarkan pihaknya sudah mengambil langkah awal.

Dia mengemukakan telah menerjunkan Tim DLH ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium.

“Sudah diambil (sampel airnya) dan dibawa ke laboratorium di Surabaya,” jelasnya singkat.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti penyebab dan sumber yang membuat air sungai Bengawan Solo menjadi keruh.

Selain itu, DLH juga belum memberikan informasi detail mengenai hasil pemeriksaan awal yang dilakukan

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved