Kamis, 14 Mei 2026

Inspirasi Usaha

Dari Panen Sayur Pakcoi dan Selada, Warga Jombang Ini Raup Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Tanaman pakcoi dan selada ia pilih bukan tanpa alasan, cepat panen, tahan pasar, dan permintaan konsisten. 

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Anggit Pujie Widodo
PAKCOI TANAMAN HIDROPONIK - Rokhim Azzam (38) saat menunjukkan sayuran sehat pakcoi hidroponik miliknya yang berada di ladang rumahnya di Dusun Plosokendal, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Jumat (3/10/2025). Awalnya coba-coba, namun kini raup jutaan rupiah setiap bulan. 

LAPORAN : Anggit Pujie Widodo. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Bermula dari memanfaatkan ruang yang ada di halaman rumah biasa, Rokhim Azzam (38) kini sukses jadi pengusaha penyuplai sayur pakcoi dan selada.

Warga Dusun Plosokendal, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang ini awalnya iseng mencoba hidroponik saat tak memiliki pekerjaan.

Kini ia menjelma sebagai salah satu pemasok sayuran segar ke sejumlah kota di Jawa Timur.

Empat setengah tahun lalu, Azzam memulai dengan peralatan sederhana.

Tanaman pakcoi dan selada ia pilih bukan tanpa alasan, cepat panen, tahan pasar, dan permintaan konsisten. 

Dari percobaan kecil di pekarangan, usahanya berkembang hingga mampu menghasilkan sekitar satu ton pakcoi setiap bulan.

“Awalnya saya coba-coba saja. Tapi ternyata hasilnya bagus, akhirnya saya tekuni dan sekarang malah jadi mata pencaharian utama,” ucapnya saat dikonfirmasi pada Jumat (3/10/2025).

Sayuran hasil panennya kini rutin masuk ke jaringan swalayan maupun supplier besar, seperti Afco, Bravo, hingga Gema.

Harga jualnya pun cukup menarik, yakni Rp15 ribu per kilogram untuk pakcoi, sedangkan selada bisa mencapai Rp 25 ribu per kilogram.

Dari usaha ini, Azzam bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp7-8 juta setiap bulan.

Tidak hanya di Jombang, distribusi sayurannya juga menjangkau luar daerah.

“Pasarnya stabil, apalagi sekarang masyarakat semakin sadar pentingnya makanan sehat,” ujarnya melanjutkan.

Menurut Azzam, hidroponik tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya adalah konsistensi menjaga nutrisi dalam tandon. Proses semai hingga panen rata-rata hanya 30 hari. 

Dalam hitungan minggu, benih sudah berpindah dari meja semai, ke meja peremajaan, hingga akhirnya siap dipanen.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved