Sabtu, 9 Mei 2026

Tuban

Janji Pertamina bagi Warga Jika Pertalite Bermasalah, Terkait Keluhan Kendaraan Ngadat

Pertamina menyatakan siap menanggung biaya perbaikan kendaraan jika terbukti penyebab kerusakan adalah karena BBM pertalite

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/HANIF MANSHURI
CEK SPBU - Tim Unit II Pidter Satreskrim Polres Lamongan turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan BBM di SPBU terhadap informasi yang mengemuka, Senin (27/10/2025) 

Laporan : Muhammad Nurkholis/Hanif Manshuri

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Pertamina menyatakan siap menanggung biaya perbaikan kendaraan jika terbukti penyebab gangguan adalah karena BBM produk mereka, Selasa (28/10/2025).

Pernyataan pihak Pertamina ini disampaikan menanggapi keluhan warga Tuban soal dugaan penurunan kualitas Pertalite.

Langkah ini diambil menyusul ramainya laporan masyarakat yang mengeluhkan kendaraan mereka brebet dan kehilangan tenaga usai mengisi BBM jenis Pertalite.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah penanganan.

Langkah itu, mulai dari pengambilan sampel BBM di beberapa SPBU, pembukaan posko aduan, hingga pendataan laporan masyarakat.

“Prosesnya berurutan. Kami lakukan pendataan dulu dari laporan masyarakat, lalu hasil uji sampel laboratorium keluar. Jika memang terbukti penyebabnya berasal dari produk, maka kami siapkan bengkel rekanan untuk melakukan perbaikan,” ujar Ahad, Selasa (28/10/2025).

Lebih lanjut, Ahad menegaskan bahwa Pertamina juga akan memberikan kompensasi bagi warga yang sudah lebih dulu memperbaiki kendaraannya secara mandiri.

“Jika kendaraan sudah diperbaiki sendiri, tetap akan kami periksa kembali untuk memastikan penggantian suku cadang sesuai dan bisa dikompensasikan,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara di wilayah Tuban, sudah ada tiga warga yang resmi melapor ke posko aduan Pertamina.

Ketiganya mengaku mengalami kendala pada kendaraan setelah mengisi BBM jenis Pertalite.

“Sampai saat ini baru tiga laporan resmi yang kami terima,” bebernya.

Ahad juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa sebagian kasus yang ramai dibicarakan di media sosial justru berasal dari pembelian BBM di pengecer, bukan dari SPBU resmi.

“Kalau sampai saat ini belum banyak yang lapor, khawatirnya yang ramai di medsos justru belinya di pengecer,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat yang mengalami kejadian serupa agar segera melapor ke posko aduan di SPBU 5462305 Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, atau melalui Pertamina Contact Center 135 agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved