Rabu, 13 Mei 2026

Surabaya

Kepala Cabdin Kota Malang-Kota Batu Dikirim ke Singapura, 31 Peserta Ikuti Program SCTP Dindik Jatim

Mereka yang diberangkatkan terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pengawas yang akan mengikuti program pelatihan internasional selama 5 hari

Tayang:
Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
PENGARAHAN - Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai memberikan pengarahan kepada peserta Pre-Departure Briefing Program Single Country Training Programme (SCTP). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA  – Kepala cabang Dindik wilayah Kota Malang-Kota Batu mendapat kesempatan belajar ke luar negeri dalam program Single Country Training Programme (SCTP) School Management and Curriculum Leadership 2025 di Singapura.

Program ini merupakan program yang dijalankan Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur.

Dindik Jatim mengirim 31 orang untuk mengikuti Single Country Training Programme (SCTP) School Management and Curriculum Leadership 2025 yang merupakan program kerja sama dengan National Institute of Education (NIE) kolaborasi Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Mereka yang diberangkatkan terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pengawas yang akan mengikuti program pelatihan internasional selama lima hari, 10–14 November 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menjelaskan peserta yang berangkat terdiri dari 20 kepala sekolah, satu kepala cabang Dindik wilayah Kota Malang-Kota Batu, tujuh pengawas sekolah, dan tiga guru. 

Mereka terpilih karena dinilai memiliki kreativitas, inovasi, serta kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan di daerah masing-masing.

“Pelatihan ini merupakan bentuk penghargaan bagi para pendidik dan pemimpin sekolah yang sudah menunjukkan inovasi dan komitmen. Program ini sepenuhnya gratis, difasilitasi oleh Pemerintah Singapura. Jadi manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan membawa pulang praktik baik yang bisa diterapkan di Jawa Timur,” kata Aries saat briefing pra-keberangkatan peserta, Kamis (6/11/2025).

Aries menjelaskan, materi pelatihan akan berfokus pada transformasi sistem pendidikan Singapura dari efficiency-driven menjadi innovation-driven education system. 

Peserta juga akan mempelajari kepemimpinan transformasional, pengembangan profesional guru, manajemen sekolah berbasis kolaborasi dan inovasi, serta strategi pembelajaran yang berpusat pada murid berbasis empati dan teknologi.

Selain itu, peserta juga diajak memahami filosofi pendidikan Singapura, seperti disiplin, konsistensi, kolaborasi, dan budaya mutu.

“Saya tekankan agar peserta tidak hanya belajar metode, tapi juga memahami nilai-nilai di balik kesuksesan sistem pendidikan Singapura. Disiplin dan konsistensi itu penting,” tambah Aries.

Pria asal Makassar itu juga menekankan agar setiap peserta menyiapkan “My Post-Singapore Action Plan”, yaitu rencana aksi nyata berisi minimal satu inovasi kepemimpinan atau pembelajaran yang akan diterapkan setelah kembali.

Menurut Aries, langkah ini penting untuk memastikan hasil pelatihan benar-benar diimplementasikan di sekolah masing-masing.

“Transformasi itu harus kontekstual, disesuaikan dengan karakter sekolah dan masyarakat Jawa Timur. Kita tidak meniru, tetapi mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan dan budaya mutu untuk memperkuat tata kelola pendidikan kita,” ujarnya.

Aries berharap, melalui program ini para kepala sekolah, guru, dan pengawas mampu memperkuat praktik mentoring, coaching, dan kolaborasi di lingkungan sekolah.

Tujuannya, menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

"Keberangkatan ke luar negeri bukan sekadar belajar, tapi kesempatan membawa pulang semangat pemimpin pembelajar, leadership through influence, not authority,” tegasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved