Surabaya
KPK Geledah Kantor PT WSS Selama 9 Jam, Erlangga Satriagung Nyatakan Siap Diperiksa
Penyidik KPK tampak membawa dua koper berisi barang bukti dokumen dan alat elektronik berukuran besar untuk dimasukkan ke dalam mobil jenis SUV
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Penyidik KPK menggeledah kantor PT WSS yang beralamat di Jalan Ketintang Permai, Karah, Jambangan, Surabaya sekitar 9 jam, mulai pukul 11.00-20.00 WIB, Rabu (26/11/2025).
- Penyidik KPK tampak membawa dua koper berisi barang bukti dokumen dan alat elektronik
- Erlangga Satriagung mengungkapkan bahwa KPK menyita beberapa berkas mengenai kontrak kerja atas proyek kerja sama pembangunan Monumen Reog.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penyidik KPK menggeledah kantor PT WSS yang beralamat di Jalan Ketintang Permai, Karah, Jambangan, Surabaya sekitar 9 jam, mulai pukul 11.00-20.00 WIB, Rabu (26/11/2025).
Setelah rampung, penyidik KPK tampak membawa dua koper berisi barang bukti dokumen dan alat elektronik berukuran besar untuk dimasukkan ke dalam mobil jenis SUV yang telah berhenti di depan teras kantor kontraktor tersebut.
Erlangga Satriagung mengungkapkan banyak hal setelah mempersilahkan penyidik KPK menggeledah kantor kontraktor miliknya, PT. WSS sebagai perusahaan yang menggarap salah satu bagian dari proyek Monumen Reog dan Museum Ponorogo (MRMP) 16 lantai di Ponorogo.
Erlangga menceritakan bahwa KPK menyita beberapa berkas mengenai kontrak kerja atas proyek kerja sama pembangunan Monumen Reog.
Selain itu, ada juga beberapa perangkat ponsel miliknya pribadi dan jajaran direksi perusahaannya yang turut disita.
Semua benda-benda tersebut dimasukkan dalam beberapa koper yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti.
"Ya handphone ku, kenapa kamu nelpon aku gak sauti handphone ya itu," kelakar Erlangga seraya tertawa tatkala menjawab pertanyaan awak media di teras kantor perusahaannya, pada Rabu (26/11/2025) malam.
Baca juga: KPK Geledah Kantor Kontraktor di Surabaya Terkait Monumen Reog Buntut OTT Bupati Ponorogo Sugiri
Sebenarnya, Erlangga cuma bertindak sebagai pemegang saham mayoritas dalam perusahaan tersebut.
Mengenai perkara teknis pengerjaan proyek dan hal ikhwal yang melingkupinya, ia tak mengetahui banyak perihal itu, karena sudah ditangani oleh para direksi.
Berdasarkan informasi yang diketahuinya, perusahaan cuma terlibat kerja sama sebatas pada pengerjaan proyek pembangunan Monumen Reog, selebihnya tidak. Nilainya proyek pengerjaannya sekitar Rp50-60 miliar.
Saat disinggung mengenai jumlah pihak swasta perusahaan kontraktor lain yang dilibatkan pembangunan MRMP. Erlangga mengaku tidak mengetahuinya.
"Ya Monumen Reog itu saja, yang lainnya, engga tahu. (Bangunan hotel dan museum) Enggak. (perusahaan apa saja yang terlibat proyek itu) Enggak tahu," katanya.
Mengenai pengembangan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut berpotensi menyeret-nyeret namanya untuk diperiksa di kemudian hari, Erlangga menyatakan tetap akan kooperatif menyampaikan semua hal yang dibutuhkan oleh pihak penyidik KPK.
"Ya harus siap lah, kalau dipanggil aparat penegak hukum, ya siaplah. Iya lah, gimana, kita ini warga negara yang taat dengan aturan hukum, kalau dipanggil ya harus datang," pungkas mantan Ketua KONI Jatim itu.
Baca juga: Erlangga Satriagung Akui Perusahaan Satu-Satunya yang Garap Proyek Monumen Reog
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kpk-geledah-PT-WSS.jpg)