Sabtu, 25 April 2026

Pembunuhan Mahasiswi UMM

Nyawa Mahasiswi UMM Dihabisi Polisi Bripka AS Diduga Karena Harta, Hubungan Keluarga Tidak Harmonis

Nyawa Mahasiswi UMM Dihabisi Polisi Bripka AS Diduga Karena Harta, Hubungan Keluarga Tidak Harmonis

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM
PEMBUNUHAN MAHASISWI - Situasi rumah duka mahasiswi asal Kabupaten Probolinggo yang ditemukan tak bernyawa di Pasuruan, Rabu (17/12/2025). Pihak keluarga menduga motif pembunuhan karena pelaku ingin menguasai harta korban. 

Ringkasan Berita:

Laporan Ahsan Faradisi

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Motif pembunuhan Faradila Amalia Najwa (21), mahasiswi asal Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo yang dilakukan anggota Polsek Krucil, Bripka AS, diduga karena ingin menguasai harta korban.

Bripka AS merupakan kakak ipar dari korban yang memang hubungan keduanya di mata keluarga korban tidak harmonis.

Begitu juga hubungan antara terduga pelaku dengan kakak sulung korban.

Faradila Amalia Najwa merupakan anak bungsu dari Pasangan Suami Istri (Pasutri), H Ramlan (60) dan Siti (52).

Sedangkan kakak sulung korban bernama Yanu (36) dan kakak kedua korban bernama Husna (34) atau istri dari Bripka AS.

Baca juga: Polisi Diduga Terlibat dalam Kematian Mahasiswi UMM, Sudah Diamankan dan Diperiksa di Polda Jatim

Saat ditemui SURYAMALANG.COM di rumah duka, H Ramlan mengatakan, hubungan anak sulung dan anak bungsunya dengan Bripka AS yang merupakan menantunya memang sudah lama tidak harmonis.

Terakhir berkomunikasi dengan korban, menurut Ramlan, itu tiga hari sebelumnya atau pada tanggal 14 Desember 2025 yang saat itu korban meminta untuk diisikan token listrik.

Sebab, saat itu, korban sedang berada di Malang.

Sekadar diketahui, Faradila Amalia Najwa merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Sebelum anak saya ditemukan meninggal dunia, dari CCTV kos nya itu terlihat dijemput oleh ojol. "

"Kemudian tahunya kalau anak saya meninggal dunia keluarga dihubungi Polres Pasuruan setelah identitasnya diketahui dari sidik jari," kata Ramlan, Rabu (17/12/2025).

Setelah mengetahui jika anak bungsunya ditemukan meninggal dunia dan berada di RS Bhayangkara Watukosek, Sidoarjo, Ramlan lantas menyuruh 2 sopir pribadinya dan Bripka AS yang saat itu sedang berada di rumahnya sendiri di Kecamatan Kraksaan.

"Sepeda motor anak saya dan helm nya itu tetap ada di kos nya dan anak saya sudah semester 3."

"Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga," jelas Ramlan.

"Terlebih lagi saat ditemukan, beberapa barang anak saya seperti HP dan dompet yang berisi ATM tidak ditemukan."

"Tapi ATM nya sudah diurus dan sudah diblokir," pungkasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved