Sabtu, 25 April 2026

Surabaya

Program MBG Bisa Menciptakan Lapangan Kerja Nasional, MBG di Surabaya Bantu Entaskan Pengangguran

Program MBG Bisa Menciptaan Lapangan Kerja Nasional, MBG di Surabaya Bantu Entaskan Pengangguran

|
SURYAMALANG.COM/Bobby Constantine Koloway
TINJAU PRODUKSI MBG - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), ketika berkunjung ke Satuan Pelayanan Pemerintahan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG di Surabaya. BHS mengapresiasi SPPG yang dinilai turut menjadi penggerak ekonomi saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut membantu penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia
  • Tak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, kehadiran Satuan Pelayanan Pemerintahan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG menjadi penggerak ekonomi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut membantu penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, kehadiran Satuan Pelayanan Pemerintahan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG menjadi penggerak ekonomi.

Dengan terserapnya tenaga kerja lokal, akan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal di banyak wilayah,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono ketika berkunjung ke sebuah SPPG di Surabaya.

Selain soal penyerapan tenaga kerja, keberadaan MBG juga menggerakkan sektor pangan daerah.

Menurutnya, skala program yang besar membuat efek bergandanya terasa dari tingkat produksi hingga distribusi bahan makanan.

Baca juga: Cairkan Ganti Rugi Rp 16 Miliar, Eri Cahyadi: Pusat Bangun Flyover Taman Pelangi Surabaya Mulai 2026

Secara nasional, program MBG saat ini melayani sekitar 50 juta penerima manfaat setiap hari.

Sejak awal pelaksanaannya, tercatat sekitar 12 miliar porsi makanan telah disalurkan danmenjadikan program ini sebagai salah satu intervensi sosial terbesar di Indonesia.

Meski mencatat berbagai capaian positif, DPR RI mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program MBG.

Transparansi dan kepatuhan terhadap standar operasional dinilai menjadi kunci agar manfaat program tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Kalau ada SPPG yang terbukti tidak menjalankan program sesuai ketentuan, tentu harus diproses secara hukum."

"Namun pengawasan juga harus adil agar tidak menghambat SPPG yang sudah bekerja dengan baik,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

DPR RI berharap program Makan Bergizi Gratis terus dijalankan secara akuntabel sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Salah satu SPPG di Jemur Andayani, Surabaya, mampu melayani sekitar 4.000 penerima manfaat setiap hari di lebih dari enam sekolah.

Dalam operasionalnya, SPPG ini menyerap 47 tenaga kerja lokal dengan rata-rata upah sekitar Rp 2,9 juta per bulan, serta meningkatkan permintaan bahan baku seperti ayam dan telur hingga 50–100 persen.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved