Kamis, 14 Mei 2026

Pacitan

Ritual Thetek Melek 2025 Sebagai Tradisi Menjaga Harmoni Manusia dan Alam di Pacitan

Ritual Thetek Melek kembali digelar di hamparan sawah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PROKOPIM PACITAN
THETEK MELEK - Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat memimpin ritual Thetek Melek di hamparan sawah di Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim, Minggu (21/12/2025). Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral.   

Laporan : Pramita Kusumaningrum 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi ritual Thetek Melek kembali digelar di Pacitan akhir tahun ini.
  • Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral. 
  • Ritual Thetek Melek yang kembali digelar di hamparan sawah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim dipimpin langsung Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji 

 

SURYAMALANG.COM, PACITAN - Tradisi ritual Thetek Melek kembali digelar di Pacitan.

Untuk kesekian kalinya, hamparan sawah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim kembali menjadi ruang doa dan ekspresi seni dalam ritual Thetek Melek.

Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral. 

Sambil membawa opyak-opyakan hama rombongan warga tersebut menaruh tumpeng.

Diiringi tetabuhan unik muncul serombongan warga lain dipimpin Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melewati pematang sawah sambil membawa bongkok (pelepah Kelapa) bolong.

Bongkok bolong tersebut selanjutnya diserahkan kepada Mbah Lurah (Kades Sukohario) untuk ditancapkan di tanah.

Aktivitas ini diikuti oleh warga lain yang juga turut menancapkan bongkok di seluruh pematang sawah. 

BONGKOK BOLONG  - Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji sebagai pemimpin ritual Thetek Melek menyerahkan 'Bongkok Bolong' pada mbah Lurah (Lurah Setempat) di hamparan sawah di Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim, Minggu (21/12/2025). Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral.
BONGKOK BOLONG - Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji sebagai pemimpin ritual Thetek Melek menyerahkan 'Bongkok Bolong' pada mbah Lurah (Lurah Setempat) di hamparan sawah di Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim, Minggu (21/12/2025). Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral. (SURYAMALANG.COM/PROKOPIM PACITAN)

 

Selanjutnya, sebuah seni pertunjukan Kiblat Papat Limo Pancer dan tari orang-orangan sawah tersaji. 

Ya, inilah gambaran pertunjukan karya dari Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam rangkaian ritual Thetek Melek.

Diketahui bahwa ritual Thetek Melek sendiri adalah praktik adat yang berfungsi menjaga harmoni antara manusia dan alam agraris.

Sebuah ruang simbolik yang menyimpan potensi kreatif dan sosial. 

Baca juga: Inilah 10 Desa di Kabupaten Pacitan Jawa Timur Dapat Dana Desa 2025 Tertinggi Rp 1,6 Miliar

Tradisi Turun Menurun

Diketahui juga Thetek Melek merupakan tradisi turun temurun di Pacitan untuk mengusir pagebluk. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved