Surabaya
Madas dan Cak Ji Sepakat Damai, Proses Mediasi Digelar di Unitomo Surabaya
Polemik antara Organisasi Madura Asli Sedarah (Madas) dan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, resmi berakhir damai.
Penulis: sulvi sofiana | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Madas dan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, resmi berdamai usai proses mediasi dan dialog terbuka yang digelar di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Selasa (6/1/2026)
- Mediasi digelar menyusul laporan Madas ke Polda Jawa Timur terkait dugaan pencemaran nama baik, yang merupakan buntut dari pernyataan Armuji saat inspeksi mendadak kasus dugaan pengusiran dan perusakan rumah Lansia Elina Widjajanti (80) di Surabaya
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Polemik antara Organisasi Madura Asli Sedarah (Madas) dan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, resmi berakhir damai.
Kesepakatan tersebut tercapai usai proses mediasi dan dialog terbuka yang digelar di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Mediasi digelar menyusul laporan Madas ke Polda Jawa Timur terkait dugaan pencemaran nama baik, yang merupakan buntut dari pernyataan Armuji saat inspeksi mendadak kasus dugaan pengusiran dan perusakan rumah Lansia Elina Widjajanti (80) di Surabaya.
Ketua Umum DPP Madas, Muhammad Taufik menegaskan, dalam forum tersebut disepakati bahwa persoalan yang mencuat dipicu oleh kesalahpahaman dan miskomunikasi.
Ia juga menekankan bahwa insiden pengusiran rumah Lansia tersebut tidak berkaitan dengan organisasi Madas.
Menurut Taufik, M Yasin yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu, belum terdaftar sebagai anggota Madas saat peristiwa terjadi pada Agustus 2025.
Karena itu, ia menilai penyebutan atribut Madas dalam pernyataan publik sebelumnya telah menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
“Melalui mediasi ini, kami ingin meluruskan bahwa kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan Madas. Semua sudah dijelaskan secara terbuka,” kata Taufik.
Baca juga: Wawali Armuji Minta Polisi Periksa Preman Madas yang Usir Nenek Elina dari Rumahnya di Surabaya
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Armuji dan pihak Madas juga saling menyampaikan permohonan maaf sebagai bentuk itikad baik.
Armuji mengakui adanya kekhilafan dalam penyampaian saat sidak.
Ia menegaskan tidak pernah bermaksud mengaitkan tindakan pelaku dengan organisasi tertentu, karena sejak awal menyebutnya sebagai oknum.
“Jika ada pernyataan saya yang menimbulkan salah tafsir dan merugikan pihak lain, saya menyampaikan permohonan maaf."
"Tidak ada niat mendiskreditkan organisasi mana pun,” ujar Armuji.
Sebagai tindak lanjut kesepakatan damai tersebut, Madas memastikan akan mencabut laporan polisi yang sebelumnya dilayangkan ke Polda Jawa Timur.
Selain itu, permintaan evaluasi terhadap kinerja Wakil Wali Kota Surabaya yang sempat disuarakan juga dinyatakan tidak dilanjutkan.
Rektor Unitomo, Prof Dr Siti Marwiyah SH MH menyampaikan, kampus hadir sebagai mediator karena polemik yang berkembang dinilai berpotensi memicu gesekan sosial.
Ia menegaskan Surabaya sebagai kota multietnis harus dijaga dari konflik horizontal.
“Ini bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi."
"Kami ingin memastikan persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” ujarnya.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan perdamaian, Unitomo berharap kasus ini menjadi pembelajaran bersama agar penyelesaian masalah di masyarakat ke depan lebih mengedepankan dialog dan jalur hukum yang beradab.
Madura Asli (Madas)
Madura Asli Sedarah (Madas)
Madas
Armuji
Unitomo
Wakil Wali Kota Surabaya
SURYAMALANG.COM
Elina Widjajanti
M Yasin
Cak Ji
Surabaya
Muhammad Taufik
| Polrestabes Surabaya Tangkap Pelaku Penusukan Satpam Perumahan di Sukomanunggal Kurang dari 24 Jam |
|
|---|
| Ratusan Siswa Surabaya Diduga Keracunan Menu MBG, Pihak SPPG Siap Bertanggung Jawab Penuh |
|
|---|
| Ratusan Pelajar Keracunan MBG di Surabaya, Begini Cerita Korban saat Menyantap Menu yang Disajikan |
|
|---|
| Diduga Keracunan Daging MBG, 200 Murid di 10 Sekolah Surabaya Dilarikan ke Faskes |
|
|---|
| Pembunuhan Satpam Surabaya di Pos Jaga Janggal, Polisi Soroti Hanya Ponsel Korban yang Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wakil-Wali-Kota-Surabaya-Armuji-bersama-Ketua-Umum-DPP-Madas-Muhammad-Taufik.jpg)