Senin, 18 Mei 2026

Jember

Puluhan Hektar Tanaman Padi di Jember Diserang Hama Tikus, Petani Terancam Gagal Panen

Puluhan hektar tanaman padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur rusak diserang tikus, Sabtu (31/1/2026).

Tayang:
Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM
HAMA TIKUS - Aktivitas petani padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026). Puluhan hektaran tanaman padi di desa ini diserang hama tikus. 

Ringkasan Berita:
  • Hama tikus merusak puluhan hektar tanaman padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur
  • Tanaman padi yang baru berusia satu bulan, rata-rata terlihat batangnya patah, daunnya juga mengering
  • Ada sekitar 30 hektar tanaman padi rusak, hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan gagal panen

Laporan Imam Nawawi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Puluhan hektar tanaman padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur rusak diserang tikus, Sabtu (31/1/2026).

Tanaman padi yang baru berusia satu bulan, rata-rata terlihat batangnya patah, daunnya juga mengering.

Muhammad Muklis, seorang petani, mengungkapkan ada sekitar 30 hektar tanaman padi rusak, hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan gagal panen.

"Yang diserang itu tanaman padi, kacang dan juga ketimun."

"Serangan tikus ini terjadi sudah tiga bulan, sejak masa tanam jagung."

"Jadi tanaman jagung kemarin pun banyak yang gagal panen," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Wabup Jember Djoko Susanto Gugat Bupati Jember Muhammad Fawait, PPP Pastikan Bersikap Netral

Menurutnya, tikus tersebut merusak padi sejak awal tanam, ketika masih berusia tiga hari sudah diserang.

Sehingga petani terpaksa harus tanam ulang akhirnya.

"Sementara kalau mentimun yang dimakan buahnya kalau sudah besar."

"Tapi kalau ketimunnya masih kecil, batangnya yang dimakan," kata Muklis.

Sia-sia Memberi Pupuk

Kondisi ini membuat para petani tidak berani memberi pupuk tanamannya padinya.

Sebab, kata dia, hal tersebut dirasa percuma karena padinya pada akhirnya dihabisi tikus.

"Petani berani memupuk, kalau padinya sudah tidak dimakan tikus," ucapnya.

Upaya yang dilakukan selama ini, kata dia, petani hanya menaruh jagung bercampur racun di lubang-lubang tikus tersebut, meski hasilnya kurang efektif.

"Walaupun sebagian tikus ada yang mati, tapi banyak pula mereka tatap saja makan tanaman petani," paparnya.

Senada dengan hal itu, Suhada petani lain, menilai tikus tersebut terkesan sengaja merusak tanaman.

Sebab mereka hanya memotong daun padi muda yang baru bertengger.

"Ketika baru dipupuk, daun padi kan lebih hijau itu sudah yang dimakan, jadi mati tanamannya," tambahnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved