Sidoarjo
Kasus DBD di Sidoarjo Menurun Drastis, Masyarakat Tetap Diminta Jaga Kewaspadaaan
Memasuki penghujung musim hujan, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan
Penulis: M Taufik | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu, emasuki penghujung musim hujan
- Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap meminta warga tidak lengah terhadap potensi lonjakan kasus
- Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 20 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Memasuki penghujung musim hujan, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Meski demikian, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap meminta warga tidak lengah terhadap potensi lonjakan kasus.
Supaya kasus demam berdarah tidak lagi menguat di Sidoarjo.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 20 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 85 kasus.
Pada awal tahun 2025, lonjakan kasus terjadi cukup drastis.
Pada Januari 2025 sebanyak 20 kasus, Februari 2025 ada 65 kasus.
Jauh lebih tinggi dibanding tahun ini, yang hingga awal Awal Maret 2026 tercatat cuma 20 kasus.
Baca juga: Belum Terima THR untuk Hari Raya, Warga Sidoarjo Melapor ke Disnaker
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuanita, mengonfirmasi penurunan ini sebagai catatan positif bagi upaya pengendalian penyakit menular di wilayahnya.
"Meski jumlah kasus tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, masyarakat tetap harus waspada."
"Pencegahan harus terus konsisten dilakukan, terutama di masa transisi cuaca ini," ujar Lakhsmie kepada SURYAMALANG.COM, Senin (9/3/2026).
Dia menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta langkah konkret 3M Plus untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
Langkah tersebut meliputi : Menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain faktor lingkungan, Dinkes Sidoarjo juga mengimbau warga untuk menjaga imunitas tubuh.
Kondisi fisik yang prima menjadi pertahanan utama agar tidak mudah terpapar virus dengue di tengah cuaca yang tidak menentu.
Baca juga: Balita Perempuan Tewas Dianiaya Ayah Kandung di Balongbendo Sidoarjo
| Gudang Kayu di Tropodo Waru Sidoarjo Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi Picu Kepanikan |
|
|---|
| Tragedi Semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo Sudah Berumur 20 Tahun, Warga Masih Diteror Kecemasan |
|
|---|
| Merawat Ingatan 20 Tahun Semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Warga Gelar Ritual Sambang Buyut |
|
|---|
| Proyek Urai Kemacetan Sidoarjo-Surabaya: Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Dimulai Rp 200 Miliar |
|
|---|
| Kedok 'Rumah Dijual', Hunian di Sidoarjo Ternyata Gudang Oplosan Elpiji: Untung Rp19 Juta Per Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/KASUS-DBD-Kepala-Dinas-Kesehatan-Dinkes-Sidoarjo-Laksmie-Herawat-Yuanita.jpg)