Rabu, 15 April 2026

Kediri

KAI Daop 7 Madiun Soroti Rendahnya Kesadaran Keselamatan, Sehari Ada 2 Insiden Tertemper Kereta Api

PT KAI Daop 7 Madiun menyoroti rendahnya disiplin masyarakat setelah dua insiden tertemper kereta api terjadi dalam satu hari.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/KAI Daop 7
KESELAMATAN - Pihak PT KAI Daop 7 Madiun saat memberikan sosialisasi keselamatan di perlintasan kereta api wilayah Kota Kediri beberapa waktu lalu. Sementara itu, pihak KAI menyoroti rendahnya kesadaran terhadap keselamatan usai insiden dua kali kendaraan tertemper, Kamis (19/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua insiden tertemper kereta api dalam sehari membuat KAI Daop 7 Madiun prihatin. 
  • Kejadian pertama terjadi di jalur Kediri–Ngadiluwih, sementara insiden kedua melibatkan sepeda motor di perlintasan Baron, Nganjuk
  • Meski hanya menimbulkan keterlambatan beberapa menit, peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi keselamatan. KAI mengimbau masyarakat untuk disiplin dan tidak beraktivitas di jalur rel.

 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - PT KAI Daop 7 Madiun menyoroti rendahnya disiplin masyarakat setelah dua insiden tertemper kereta api terjadi dalam satu hari.

Insiden melibatkan orang tidak dikenal di Kediri dan sepeda motor di Nganjuk, Kamis 19 Maret 2026.

Masinis telah menjalankan prosedur keselamatan, namun kejadian tetap tak terhindarkan.

KAI menekankan pentingnya mendahulukan perjalanan kereta demi keselamatan bersama.

Rendahkan Kesadaran Keselamatan di Jalur Rel

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di sekitar jalur kereta api, menyusul dua insiden tertemper yang terjadi dalam satu hari pada Kamis (19/3/2026).

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa kedua kejadian tersebut melibatkan orang tidak dikenal (OTK) dan kendaraan bermotor di dua lokasi berbeda dalam wilayah operasionalnya.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Jalur kereta api merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api," kata Tohari, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, insiden pertama terjadi di petak jalan Kediri-Ngadiluwih pada Km 184+800 sekitar pukul 18.54 WIB, saat KA 408 (CL Dhoho) tertemper OTK yang berada di jalur rel.

"Masinis sudah membunyikan semboyan 35 berulang kali sebagai peringatan, namun tidak diindahkan sehingga kejadian tidak dapat dihindari," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan kereta mengalami keterlambatan selama dua menit. Meski tidak signifikan, insiden ini menjadi peringatan serius terkait bahaya aktivitas di jalur rel.

Tak berselang lama, insiden kedua terjadi di Nganjuk tepatnya perlintasan sebidang  JPL 90 emplasemen Baron sekitar pukul 19.34 WIB yang melibatkan KA 71 (Mutiara Selatan) dengan sebuah sepeda motor.

"Kendaraan diketahui tetap melintas meskipun palang pintu sudah dalam kondisi tertutup, sehingga terjadi temperan yang tidak dapat dihindari," ungkap Tohari.

Peristiwa ini menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta hingga 11 menit. Ia menegaskan bahwa masinis telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai aturan dalam kedua kejadian tersebut.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin, tidak beraktivitas di jalur rel, serta mendahulukan perjalanan kereta api. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved