Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Ponorogo

Merasa Tak Dihargai dalam Status Pernikahan Siri, Suami di Sambit Ponorogo Nekat Membacok Istrinya

Merasa Tak Dihargai dalam Status Pernikahan Siri, Suami di Sambit Ponorogo Nekat Membacok Istrinya

Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
SUAMI BACOK ISTRI - Lokasi kejadian berdarah di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Suami berinisial NT membacok istrinya berinisial SJ di sebuah warung pecel di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang suami berinisial NT membacok istri berinisial SJ di sebuah warung pecel di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo
  • NT dan SJ warga Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Keduanya merupakan pasangan yang melakukan pernikahan siri dari 2021
  • Kejadiannya berawal ketika korban SJ pulang ke rumahnya tanpa pamit sepekan yang lalu

Laporan Pramita Kusumaningrum

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Insiden berdarah mewarnai Lebaran di Kabupaten Ponorogo.

Seorang suami berinisial NT membacok istri berinisial SJ di sebuah warung pecel di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

“Korban bersimbuh darah dan dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo,” ungkap Kapolsek Sambit, AKP Baderi kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (25/3/2026).

Dia menjelaskan bahwa NT dan SJ warga Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Keduanya merupakan pasangan yang melakukan pernikahan siri dari 2021.

Kejadiannya berawal ketika korban SJ pulang ke rumahnya tanpa pamit sepekan yang lalu.

Kemudian bekerja di salah satu warung pecel di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Baca juga: Ancaman Bahaya Balon Udara Berpetasan di Ponorogo Berhasil Digagalkan Polisi, Warga Kocar-kacir

“Pelaku kemudian menghubungi korban, meminta untuk membicarakan urusan pribadi yaitu tentang hubungan pernikahan yang dibina secara siri yang telah berjalan,” katanya.

Pelaku, jelas dia, tidak terima karena ditinggal oleh korban tanpa pamit.

Pelaku mendatangi korban di tempat kerja.

Pelaku langsung menghampiri korban.

“Saat itu menanyakan bagaimana maksud dan tujuan korban, meninggalkan pelaku pulang ke rumahnya sendiri,” terang mantan Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo.

Namun, korban pada saat itu terus menghindar dan tidak mau diajak bicara.

“Pelaku diduga kesal, tidak dihargai dan juga dipersulit oleh korban untuk bertemu dan mengobrol, pelaku kemudian emosi dan khilaf,” urainya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved