Situbondo
Tragedi Satu Keluarga Asal Pasuruan di Pantura: Ayah dan Anak Tewas, Ibu Kritis, Dua Balita Selamat
Duka satu keluarga asal Pasuruan mengalami kecelakaan hebat setelah truk yang mereka tumpangi adu banteng dengan bus yang nekat menyalip.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan maut di Jalan Raya Pantura Situbondo melibatkan bus bernomor polisi S 7436 UN dan truk box L 8854 VK yang mengangkut satu keluarga berjumlah enam orang.
- Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai pengemudi truk berinisial D dan salah satu anaknya yang juga berinisial D, keduanya warga Pasuruan.
- Sementara itu, sang istri berinisial S saat ini dalam kondisi kritis di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, sedangkan dua anak lainnya berusia sekitar 2 dan 4 tahun.
SURYAMALANG.COM, SITUBONDO - Jalur Pantura Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur menjadi saksi bisu tragedi memilukan yang menimpa satu keluarga asal Gempol, Pasuruan, pada Selasa (31/3) dini hari.
Sebuah kecelakaan "adu banteng" hebat antara bus dan truk box mengakibatkan seorang ayah dan anaknya tewas di lokasi kejadian.
Di tengah puing kendaraan yang ringsek, sang ibu kini dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif.
Namun, sebuah keajaiban muncul di tengah duka tersebut, dua anak lainnya yang masih balita dilaporkan selamat tanpa luka sedikit pun.
Baca juga: Rumah Berisi Rongsokan di Kepanjen Malang Ludes Terbakar, Proses Pemadaman Butuh Waktu 3 Jam
Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 03.15 WIB ini diduga dipicu oleh pengemudi bus yang nekat masuk ke jalur berlawanan saat berusaha menyalip kendaraan lain.
Tragedi di Jalur Pantura
Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada dini hari itu sempat membuat arus kendaraan dari dua arah mengalami kemacetan.
Setelah mendapat laporan masyarakat, anggota Satlantas Polres Situbondo, mendatangi lokasi kejadian tabrakan dua kendaraan bus dan truk tersebut.
Selanjutnya polisi melakukan proses evakuasi dua kendaraan itu ke pinggir jalan raya, agar arus kendaraan kembali normal.
Baca juga: Pantauan Macet Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Makin Panjang, Ekor Kendaraan Capai 15 Km
Salah seorang pemilk warung, Zian mengatakan, pada saat kejadian ia sedang tidur dan dibangunkan oleh karyawanya, karena ada kecelakaan.
Setelah itu, Zian bangun dan lari keluar untuk melihat peristiwa.
"Waktu itu saya lihat yang tabrakan itu bus dengan truk," ujarnya.
Zian lantas mendengar kabar jika kecelakaan itu menelan korban jiwa.
"Katanya yang meninggal itu dua orang, karena yang di dalam truk itu ada enam orang,"katanya.
Kronologi Peristiwa Menurut Polisi
Kasat Lantas Polres Situbondo, Nanang Hendra Irawan membenarkan kecelakan antara bus dan truk bok itu.
Menurut AKP Nanang, peristiwa laka itu terjadi sekitar pukul 03.15 WIB, bermula saat kendaraan bus nopol S 7436 UN yang dikemudikan Syamsul Huda, warga Sidoarjo melaju dari arah barat berupaya menyalip dua kendaraan yang melaju di depannya.
Baca juga: Rumah di Kepanjen Malang Diduga Sengaja Dibakar, Pemilik dan Istri Sempat Cekcok Sebelum Kebakaran
kecelakaan di jalan Raya Pantura Situbondo
jalan Raya Pantura Situbondo
kecelakaan satu keluarga
Pasuruan
SURYAMALANG.COM
| Gubernur Khofifah Berangkatkan Mudik Gratis di Pelabuhan Jangkar, 3000 Penumpang ke Raas dan Sapudi |
|
|---|
| Pria di Situbondo Tega Menghabisi Nyawa Istri dan Anaknya, Kemudian Ia Mengakhiri Hidupnya Sendiri |
|
|---|
| Operasi Ketupat Semeru 2026, Enam Pos Strategis Disiapkan Polres Situbondo di Jalan Pantura |
|
|---|
| Warga Tiba-Tiba Sabetkan Celurit ke Kepala SD di Situbondo, Diduga karena Motif Cemburu |
|
|---|
| Tangani Banjir di Situbondo, Gubernur Khofifah Perintahkan Pengerukan Sungai dan Penguatan Bronjong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Tragedi-Satu-Keluarga-Asal-Pasuruan-di-Pantura-Ayah-dan-Anak-Tewas-Ibu-Kritis-Dua-Balita-Selamat.jpg)