Kamis, 30 April 2026

Surabaya

Hadapi Kemarau Panjang 2026, Gubernur Jatim Perintahkan Pantau Potensi Titik Api Demi Cegah Karhutla

Hadapi Kemarau Panjang 2026, Gubernur Jatim Perintahkan Pantau Potensi Titik Api Demi Cegah Karhutla

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro
HADAPI KEMARAU - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya langkah mitigasi dan antisipasi sejak dini sebagai bagian dari upaya mitigasi terukur dan terkoordinasi
  • Pemprov Jatim menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (7/4/2026)

SURYAMALANG.COM, SURABAYAPemprov Jatim menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Dihadiri Bupati-Wali Kota dan Forkopimda, Perhutani, dan beberapa pihak terkait, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya langkah mitigasi dan antisipasi sejak dini sebagai bagian dari upaya mitigasi terukur dan terkoordinasi.

Terutama menghadapi musim kemarau serta potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi utama di kemarau panjang.

“Sebentar lagi musim kemarau, potensi-potensi bencana yang bisa terjadi mari kita antisipasi bersama mulai saat ini,” ajak Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Di rakor ini dihadirkan penguatan dari materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Mulai dari Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB RI, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI, Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian Kementerian Pertanian RI.

Selain itu juga hadir dari BMKG kelas I Juanda, Kapolda Jatim, dan narasumber lainnya.

Baca juga: Trans Jatim Buka Layanan Ekspedisi, Tarif Rp 2500 per Kg di Wilayah Gerbangkertasusila, Masih Gratis

“Rakor ini tidak hanya membahas potensi bencana, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan, mitigasi, serta langkah konkret dalam melindungi masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

“Oleh karena itu, seluruh kepala daerah diminta untuk bergerak proaktif sebelum puncak kemarau terjadi,” imbuhnya.

Ia juga menginstruksikan agar memastikan distribusi air bersih tepat sasaran dan perkuat pemantauan titik api di wilayah rawan.

“Materi-materi dari para narasumber, saya rasa detail sekali ya, Bupati dan Wali Kota bisa segera melakukan plan of action, proaktif memetakan wilayahnya tanpa menunggu bencana terjadi,” ucapnya.

Gubernur Khofifah juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, menggunakan air secara bijak dan aktif melaporkan potensi bencana kepada pemerintah daerah setempat.

“Saya imbau masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya Karhutla,” imbaunya.

Terutama karena Jawa Timur memiliki keragaman potensi bencana yang cukup tinggi mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Oleh sebab itu penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu melalui analisis tingkat bahaya, kerentanan, serta kapasitas daerah sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2023.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Berupa Awan Panas Guguran Berjarak 4,5 Kilometer dari Kawah

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved