Sabtu, 9 Mei 2026

Banyuwangi

Akhir Tragis, Suami di Banyuwangi Susul Istri Meninggal Dunia Usai Bakar Pasangan dan Diri Sendiri

Pasangan suami-istri yang terlibat aksi pembakaran tragis di Banyuwangi meninggal dunia setelah sempat berjuang dalam kondisi kritis.

Tayang:
Dok Polsek Gambiran
SUAMI BAKAR ISTRI - Polisi dari Polsek Gambiran mendatangi pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri di RSUD Genteng, Sabtu (25/4/2026) dini hari. Sularni (63), suami yang nekat membakar diri usai membakar istrinya, Nur Khasanah (56), dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Genteng pada Minggu (26/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sularni (suami/tersangka) dan Nur Khasanah (istri) meninggal dunia akibat luka bakar berat.
  • Istri meninggal pada Sabtu (25/4) pukul 20.00 WIB, disusul suami pada Minggu (26/4) sore.
  • Istri mengalami luka bakar 100 persen, suami 80 % . RSUD Genteng menyatakan harapan hidup sangat rendah karena risiko gagal napas dan kerusakan organ vital.
  • Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi menyatakan kasus ini berpeluang di-SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) karena tersangka telah meninggal dunia.

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Tragedi pembakaran dalam rumah tangga di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur berakhir duka mendalam.

Sularni (63), suami yang nekat membakar diri usai membakar istrinya, Nur Khasanah (56), dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Genteng pada Minggu (26/4/2026).

Sang istri telah lebih dulu mengembuskan napas terakhir dengan kondisi luka bakar mencapai 100 persen.

Seiring dengan meninggalnya tersangka, pihak kepolisian kini membuka peluang untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Kondisi Luka Bakar Kritis

Pasangan suami-istri tersebut mengalami luka bakar kritis, di mana luka bakar sang istri terjadi pada sekujur tubuh atau 100 persen, sementara luka bakar sang suami mencapai 80 persen bagian tubuh.

Nur Khasanah terlebih dahulu meregang nyawa setelah beberapa jam dirawat.

Baca juga: Suami Bakar Istri di Banyuwangi Lalu Bakar Diri Sendiri, Diduga Dipicu Masalah Ekonomi Keluarga

Plt Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, mengonfirmasi Nur Khasanah meninggal pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sementara sang suami, Sularni, meninggal dunia menyusul pada Minggu (26/4/2026) sore.

Penjelasan Medis dan Risiko Kematian

Menurut Sugiyo, kedua pasien dibawa ke rumah sakit dalam keadaan luka bakar berat dan kritis.

Kondisi luka bakar antara 80 persen hingga 100 persen membuat kemungkinan harapan selamat bagi pasien sangat rendah.

Baca juga: Suami Bakar Istri di Banyuwangi saat Hendak Salat Isya, Kemudian Suami Ikut Membakar Dirinya Sendiri

"Secara teori, angka kematian pada luka bakar sebesar itu mencapai sekitar 95 persen," katanya, Senin (27/4/2026).

Risiko kematian tinggi, sebab luka bakar berat mengancam seluruh fungsi tubuh dan menyebabkan banyak cairan tubuh keluar sehingga pasien mengalami dehidrasi berat.

"Maka penanganan awal adalah pemberian cairan. Dilanjutkan penanganan dilakukan berdasarkan prosedur ABC (Airway, Breathing, Circulation), yaitu memastikan jalan napas, pernapasan, tekanan darah, dan sirkulasi tubuh tetap stabil," jelas Sugiyo .

Upaya Penanganan Maksimal Rumah Sakit

Sugiyo menyebut, tim UGD rumah sakit sudah melakukan prosedur sesuai standar operasional serta berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah dan anestesi.

"Tim medis sudah berupaya semaksimal mungkin. Setelah dari IGD, pasien dipindahkan ke ICU atau ruang isolasi khusus untuk penanganan intensif," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved