Kecelakaan Kereta Api di Blitar
Kondisi Masinis KA Dhoho Usai Tabrakan di Blitar, KAI: Sirene Sudah Bunyi Tapi Truk Tetap Melintas
"Sirene sudah bunyi, tapi truk tetap melintas." kata Manager Humas KAI Daop 7, Tohari, soal tabrakan KA Dhoho di Blitar semalam Selasa (28/4)
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan truk tetap melintas saat sirene perlintasan sudah aktif dan petugas bersiap menutup palang.
- Truk tiba-tiba mogok di posisi "tidak preipal" (menghalangi jalur bebas kereta). Akibat benturan, lokomotif KA 408 mengalami patah plug kran.
- Masinis dan asisten masinis dipastikan dalam kondisi selamat. Jalur kereta sendiri baru bisa dilalui kembali pada pukul 22.00 WIB setelah proses evakuasi truk selesai.
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tindakan ceroboh pengemudi truk muatan pasir yang nekat menerobos perlintasan resmi di Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, hingga memicu tabrakan dengan KA Dhoho, Selasa (28/4/2026) malam membuat PT KAI Daop 7 Madiun menyesalkan hal tersebut.
Meski petugas penjaga perlintasan telah berupaya maksimal menghentikan laju kereta dengan semboyan 3 (tanda berhenti), benturan tetap tak terhindarkan karena jarak yang terlalu dekat.
Insiden ini mengakibatkan kerusakan teknis pada lokomotif dan memaksa kereta berjalan mundur ke Stasiun Blitar dengan pengamanan ekstra.
Kronologi dan Kondisi Masinis
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat perangkat peringatan di perlintasan sebenarnya telah aktif, di mana sirene sudah berbunyi sebagai tanda adanya perjalanan kereta api.
"Saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas" kata Tohari melalui rilis semalam.
"Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak preipal dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api," imbuhnya.
Baca juga: Update Tabrakan KA Dhoho di Blitar: Polisi Dalami Truk Nekat Terobos Palang, Rute ke Malang Batal
Tohari menjelaskan, petugas penjaga perlintasan telah berupaya maksimal untuk menghentikan laju kereta api dengan membawa semboyan 3.
Namun, karena jarak kereta yang sudah terlalu dekat, KA Dhoho tidak dapat berhenti sehingga insiden benturan tidak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran yang menyebabkan kereta sempat berhenti di lokasi kejadian.
Meski demikian, kondisi awak kereta dipastikan aman.
"Sedang masinis dan asisten masinis dalam kondisi selamat," ujarnya.
Evakuasi dan Pemulihan Jalur
KAI Daop 7 segera melakukan koordinasi dengan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas pengamanan, serta tim sarana untuk penanganan di lokasi.
Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB sehingga jalur kereta api kembali dapat dilalui.
Baca juga: Breaking News - Kesaksian Warga Detik-detik KA Dhoho Tabrak Truk di Kota Blitar, Sopir Melompat
Pada pukul 22.35 WIB, lokomotif berhasil diperbaiki dan KA diizinkan berjalan mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 km/jam.
Pergerakan ini didahului oleh petugas yang membawa semboyan 3 sebagai bentuk pengamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kondisi-Masinis-KA-Dhoho-Usai-Tabrakan-di-Blitar-KAI-Sirene-Sudah-Bunyi-Tapi-Truk-Tetap-Melintas.jpg)