Sidoarjo
Proyek Urai Kemacetan Sidoarjo-Surabaya: Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Dimulai Rp 200 Miliar
Langkah menyudahi kemacetan kronis jalur Sidoarjo menuju Surabaya resmi dimulai seiring dibukanya tahapan pembebasan lahan proyek Flyover Gedangan.
Penulis: M Taufik | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sidoarjo menggelar sosialisasi awal pembebasan lahan proyek pembangunan Flyover Gedangan di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Senin (18/5/2026) malam.
- Dalam kegiatan yang berlangsung kondusif tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi mengumumkan penyiapan anggaran sebesar Rp 200 miliar guna membebaskan lahan seluas 45.822 meter persegi.
- Proses pembebasan ini ditargetkan tuntas akhir 2026 agar pengerjaan fisik jembatan layang menggunakan dana pemerintah pusat bisa dimulai pada 2027.
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi memulai tahapan pembebasan lahan untuk megaproyek pembangunan Flyover Gedangan dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 miliar dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah awal proyek strategis nasional yang dirancang khusus untuk mengurai titik kemacetan kronis di jalur utama Sidoarjo menuju Surabaya ini, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, dalam proses pembebasan lahan seluas 45.822 meter persegi tersebut, seluruh warga terdampak dijamin tidak akan dirugikan.
Jaminan Ganti Rugi Tertinggi
Saat menghadiri acara sosialisasi pembebasan lahan yang digelar di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Senin (18/5/2026) malam, Bupati Subandi memastikan, masyarakat atau pemilik lahan tidak akan dirugikan, karena bakal mendapat ganti rugi dengan nilai appraisal tertinggi.
“Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan. Semua aset, baik tanah, bangunan, maupun tanaman, akan diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa perantara. Pemkab tidak bisa mengintervensi nilai tersebut," ujar Subandi di hadapan warga pemilik lahan yang hadir dalam sosialisasi tersebut.
Baca juga: Jual Motor Curian di Facebook, 2 Maling Surabaya Apes Kena Jebakan COD oleh Korbannya Sendiri
Dalam kesempatan itu, Subandi juga menegaskan warga terdampak tidak akan dibebani pajak ataupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proses pembebasan lahan ini.
Warga pun diimbau untuk segera menyiapkan dokumen kepemilikan lahan guna memperlancar proses administrasi.
Menurut Subandi, proses pembebasan lahan seluas 45.822 meter persegi tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026, sehingga konstruksi fisik atau pembangunan jembatan layang bisa dimulai pada 2027.
“Proyek strategis ini dirancang untuk mengurai titik kemacetan kronis di perempatan Gedangan yang menghubungkan akses Sidoarjo menuju Surabaya,” ujarnya.
Baca juga: Alasan Sosok Gus Dur Begitu Istimewa: 55 Biksu Ziarah di Tebuireng Jombang Usai Jalan Kaki dari Bali
Bupati Subandi menegaskan, proyek ini merupakan program prioritas yang telah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
Subandi menjamin, proses ganti kerugian kepada warga terdampak akan dilakukan secara transparan menggunakan penilaian tim appraisal independen tertinggi.
Pergeseran Trase ke Sisi Timur
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, M Makhmud, menjelaskan berdasarkan kajian teknis Detail Engineering Design (DED) dan hasil geometrik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), trase proyek akhirnya digeser ke sisi timur Jalan Raya Gedangan.
Pertimbangan penggeseran ini meliputi efisiensi anggaran, struktur topografi yang lebih ideal untuk fondasi bawah jembatan, serta dampak sosial yang lebih minim.
Baca juga: Viral Video Suami di Surabaya Dilaporkan KDRT Kabur dari Polisi, Terhenti Usai Tabrak Pot Bunga
"Pergeseran ke sisi timur membuat bidang tanah milik warga yang terdampak menjadi lebih sedikit" ungkap Makhmud.
"Tercatat ada 89 kepala keluarga yang terdampak. Selebihnya, proyek ini akan mengoptimalkan lahan yang berstatus milik negara, seperti area Polsek, Puskesmas, PDAM, and lahan milik PT KAI," jelasnya.
| Kedok 'Rumah Dijual', Hunian di Sidoarjo Ternyata Gudang Oplosan Elpiji: Untung Rp19 Juta Per Bulan |
|
|---|
| Geger Kades Buncitan Sidoarjo Meninggal di Kantor Leher Terikat Selang, Polisi Tunggu Autopsi |
|
|---|
| Balita Usia 1,5 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| 25 Tersangka Narkoba Ditangkap di Sidoarjo, Barang Bukti Sabu-sabu, Ekstasi dan Ganja |
|
|---|
| Ledakan PT Great Wall Steel Sidoarjo, 1 Korban Tewas dan 2 Luka Parah, Terjadi saat Pemotongan Besi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Proyek-Urai-Kemacetan-Sidoarjo-Surabaya-Pembebasan-Lahan-Flyover-Gedangan-Dimulai-Rp-200-Miliar.jpg)