Jumat, 5 Juni 2026

Surabaya

Emil Dardak Pastikan Program MBG di Jatim Berjalan Baik, Telah Sasar 8,9 Juta Penerima Manfaat

Hingga 1 Juni 2026, Program MBG di Jawa Timur telah menjangkau sekitar 8,95 juta penerima manfaat.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro
PROGRAM MBG - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di Widya Mandala Hall, Surabaya, Kamis (4/6/2026). Emil memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya MBG, berjalan baik di Jatim. 

Ringkasan Berita:
  • Emil Dardak memastikan program MBG berjalan baik di Jatim
  • Hingga 1 Juni 2026, MBG di Jawa Timur telah menjangkau sekitar 8,95 juta penerima manfaat
  • Pelaksanaannya didukung 4.488 SPPG, dengan 4.086 unit telah beroperasi dan 402 unit lainnya masih dalam tahap persiapan

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Timur memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya MBG, berjalan baik di Jatim.

Hingga 1 Juni 2026, Program MBG di Jawa Timur telah menjangkau sekitar 8,95 juta penerima manfaat.

Pelaksanaannya didukung oleh 4.488 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 4.086 unit telah beroperasi dan 402 unit lainnya masih dalam tahap persiapan.

Hal tersebut disampaikan Emil Dardak saat membuka kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di Widya Mandala Hall, Surabaya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas layanan, keamanan pangan, serta dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan."

"Karena itu aspek keamanan pangan dan kualitas proses harus menjadi perhatian utama,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Emil Dardak mencontohkan praktik baik pelaksanaan MBG di Kabupaten Magetan yang telah membangun kerja sama dengan koperasi peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan.

Melalui pola tersebut, kebutuhan telur, ayam, dan berbagai komoditas pangan lainnya dapat dipenuhi langsung dari kelompok peternak tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Baca juga: Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG, Mahfud MD: Dia Hanya Ngerti Ilmu Serangga

“Praktik seperti ini perlu terus didorong dan direplikasi di daerah lain karena tidak hanya mendukung keberlangsungan Program MBG, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi peternak dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Menurut Emil Dardak, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha mikro dalam rantai pasok pangan.

Emil menegaskan bahwa keberhasilan program yang terus berkembang tersebut harus diimbangi dengan penguatan aspek keamanan pangan.

Oleh karena itu, Satgas MBG Jawa Timur terus mengawal berbagai proses sertifikasi dan pemenuhan standar yang menjadi persyaratan operasional SPPG.

“Kami terus menjaga agar data tetap terus diupdate karena sifatnya sangat dinamis."

'Koordinasi kami perkuat terutama terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, IPAL, dan berbagai sertifikasi lainnya yang menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas layanan MBG,” tegasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved