Rabu, 8 April 2026

Road To Pilkada Kabupaten Malang 2015

Ini Kecurigaan MCW pada Dana Bansos Kabupaten Malang

MCW menengarai adanya program atau kegiatan yang tidak jelas di pedesaan dan mendatangkan langsung kontestan calon Bupati Malang.

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Taher Bugis, aktivis MCW menunjukan data temuannya soal dana hibah dan bansos Kabupaten Malang, Kamis (19/3/2015) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kepala Divisi Korupsi Politik Malang Corruption Watch (MCW) M Taher Bugis mengatakan, kalau pihaknya telah menerima laporan warga terkait adanya dugaan penyelewengan dana hibah dan bantuan sosial (Bansos). Ada empat poin yang dipaparkan oleh MCW, Kamis (19/3/2015).

Pertama, MCW menengarai adanya program atau kegiatan yang tidak jelas di pedesaan dan mendatangkan langsung kontestan calon Bupati Malang. Dana itu, menurut MCW hanya disalurkan pada 2015 saja. Artinya tidak berkelanjutan.

"Nyatanya, bentuk program belanja hibah dan bansos tidak didesain efektif, efisien dan berkelanjutan," kata Taher, Kamis (19/3/2015).

Kedua, adanya aliran dana hibah dan bansos yang disalurkan kepada individu dan kelompok tertentu yang merupakan basis pendukung para politisi. Hal itu dilakukan untuk merawat suara basis mereka agar tidak diintervensi lawan politik yang lain.

Ketiga, dana bansos dan hubah digunakan untuk kampanye terselubung. Modus itu, menurut MCW secara administrasi bisa saja tidak menyalahi aturan.

"Namun akan menimbulkan suatu kebiasaan di mata penerima dan masyarakat pada umumnya," tambah Taher.

Keempat, MCW menilai tingginya anggaran dana hibah dan bansos Kabupaten Malang 2015 tidak rasional. Seharusnya, dana hibah dan bansos yang tinggi dipriorutaskan untuk sektor belanja wajub dan berkelanjutan.

"Bisa untuk bantuan kepada pendidikan atau kesehatan yang sifatnya berkelanjutan. Tudak di tahun 2015 saja," ungkap Taher.

MCW pun menyarankan agar dana hubah dan bansos tidak dikucurjan pada 2015 ini.

"Mungkin bisa dilanjutkan lagi 2016 mendatang," tutup Taher.

(Benni Indo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved