Senin, 20 April 2026

Kabupaten Malang

Wisata Bromo Ditutup Sementara, Sekda Budiar Beri Kiat Pelayanan Prima ke 200 Driver di Poncokusumo

Sekda Kabupaten Malang, Budiar, "sidak" ke pangkalan Jeep di Poncokusumo pagi tadi, bagi-bagi jurus maut buat para driver Bromo.

SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
WISATA BROMO TUTUP - Sekda Kabupaten Malang, Budiar memberikan bingkisan kepada para driver Jeep wisata Bromo, Rabu (8/4/2026). Wisata Gunung Bromo diliburkan dari kegiatan wisata mulai Senin (6/4/2026) hingga tanggal 12 mendatang. 

Ringkasan Berita:
  • Sekda Kabupaten Malang, Budiar, menggelar pertemuan dengan 200 driver Jeep Bromo di Poncokusumo saat masa pemulihan ekosistem TNBTS. 
  • Budiar menekankan pentingnya hospitality dan keramahan sebagai kunci menarik wisatawan kembali. 
  • Sepanjang libur Idul Fitri, tercatat 17.000 wisatawan melintasi jalur Malang, yang turut mendongkrak ekonomi lokal lewat homestay dan kafe di desa wisata seperti Gubugklakah dan Wringinanom.

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Pagi yang masih berkabut pada Rabu (8/4/2026), Sekda Kabupaten Malang, Budiar, sudah berada di lereng Gunung Bromo.

Kehadirannya bukan untuk berlibur, melainkan untuk menyapa ratusan sopir Jeep 4x4 yang biasa mengantar wisatawan.

Pada Rabu pagi itu, para driver sedang libur karena kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sedang disterilkan.

Baca juga: Geger, Mayat Mak Rum Ditemukan Warga Mengapung di Kali Putih Kelurahan Sisir Kota Batu

Wisata Gunung Bromo diliburkan dari kegiatan wisata mulai Senin (6/4/2026) hingga tanggal 12 mendatang untuk pemulihan ekosistem pasca-libur panjang Idul Fitri.

Kesempatan sterilisasi ini dimanfaatkan Budiar untuk bertemu dengan sekitar 200 driver Jeep wisata di rest area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Lokasi ini berjarak sekitar 700 meter dari rumah Darmadi, Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Desa Gubugklakah sendiri merupakan pintu gerbang utama menuju Bromo dari arah Kota Malang yang dikenal sebagai desa agrowisata dengan destinasi seperti Coban Pelangi, Coban Trisula, Coban Bidadari, hingga wisata petik apel dan river tubing.

Pesan Hospitality Lewat Pantun dan Canda

Berada di alam terbuka dengan ketinggian 1.200 Mdpl dan suhu udara dingin yang menusuk tulang, Budiar berhasil membuat suasana mencair.

Budiar mengawali sambutannya dengan sebuah pantun: "Pergi ke Bromo menikmati pagi, kabut tipis menyapa mentari, wisata maju perlu sinergi, pelayanan prima menjadi kunci".

Baca juga: Gunung Bromo Bakal Dikunjungi 9000 Wisatawan dari Arah Malang, Rumah Ketua DPRD Jadi Spot Singgah

"Gimana sehat semua, ya? kemarin (liburan panjang Idul Fitri), lancar ya, banyak penumpang, dan dapat hasil banyak, ya?" tanya Budiar yang disambut hangat oleh para driver.

Dalam arahannya, Budiar menekankan, kunci meningkatkan kunjungan wisatawan bukan hanya pada pemerintah, melainkan pada hospitality para driver.

"Bikin wisatawan krasan selama di mobil kalian, setiap melewati tempat atau wisata, kalian harus bisa menjelaskan" ungkap Budiar.

"Pasti, mereka akan menghubungi kalian lagi jika ke Bromo karena merasa kangen atas pelayanan yang penuh keakraban itu" sambungnya.

" Jadi, perbanyak senyum, jika ingin disuka wisatawan, tapi jangan senyum-senyum sendiri," lanjutnya yang membuat para driver tertawa.

Kunci Rezeki dan Perkembangan Wisata Lokal

Budiar mengingatkan dengan adanya 600 unit Jeep yang beroperasi, persaingan sangat ketat.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved