Malang Raya
Alasan Anggaran Wisata Coban Talun Batu Rp 3,7 Miliar Dicoret
"Obyek Wisata Coban Talun itu milik KPH Perhutani dan Tahura. Untuk KPH Perhutani sudah ada kesepakatan kerja sama, tapi dengan Tahura masih sulit,"
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYA MALANG.COM, BATU - Pemkot Batu mencoret alokasi anggaran pembangunan obyek wisata Coban Talun senilai Rp 3,7 miliar dalam PAPBD 2015.
Alasannya, nota kerja sama yang diajukan Pemkot Batu ke Balai Besar Tanaman Hutan Rakyat (Tahura) belum ada respon hingga sekarang.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pengalokasian dana anggaran pembangunan Wisata Coban Talun awalnya sebagai upaya pengembangan obyek wisata alam tersebut. Hal itu sesuai dan untuk mewujudkan rencana pengembangan dan perluasan obyek wisata di Kota Batu.
"Obyek Wisata Coban Talun itu milik KPH Perhutani dan Tahura. Untuk KPH Perhutani sudah ada kesepakatan kerja sama, tapi dengan Tahura masih sulit diwujudkan kerja sama itu, ya akhirnya anggaran di coret dahulu," kata Punjul Santoso, Jumat (25/9/2015).
Dijelaskan Punjul, sebenarnya pengembangan obyek wisata Coban Talun akan dilakuan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata alam. Mulai dari fasilitas bersantai keluarga hingga fasilitas arena bermain anak-anak termasuk kolam renang.
Bahkan, berbagai wahana terkait alam beserta isinya akan dibangun di obyek wisata tersebut. Dengan demikian obyek wisata alam Coban Talun nantinya akan menjadi salah satu obyek wisata andalan untuk mendukung Kota Batu sebagai Kota Wisata di semua wilayah.
"Tapi dengan belum adanya kerjasama pengelolaan dengan Tahura membuat rencana pengembangan itu menjadi tertunda. Dan kamipun minta maaf serta pengertian warga sekitar lokasi wisata yang impianya mendapat manfaat dari pengembangan Coban Talun belum terlaksana," ucap Punjul Santoso.
Sementara Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo mendukung pencoretan alokasi dana anggaran pembangunan obyek wisata Coban Talun dari PAPBD 2015.
Ini dikarenakan belum adanya kesepakatan kerjasama pengelolaan antara Pemkot Batu dengan Pengelola Tahura. Bahkan, bila anggaran tersebut tidak dicoret bisa menjadi anggaran SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran).
"Lebih baik kan anggaran itu untuk pendanaan yang lain dan memberi manfaat besar bagi rakyat. Karena bisa rugi rakyat Batu bila penyediaan anggaran untuk bangun Coban Talun ternyata gagal dilaksanakan tahun ini," kata Cahyo Edy Purnomo.
Oleh karena itu, ungkap Cahyo, dengan dicoretnya alokasi anggaran pembangunan obyek wisata Coban Talun dalam PAPBD 2015 oleh Pemkot Batu sudah tepat. Karena pos-pos lain untuk membangun Kota Batu masih menunggu pengalokasian dana anggaran dari APBD.
"Makanya, DPRD siap menyetujui pencoretan alokasi dana pembangunan Wisata Coban Talun dari PAPBD 2015 ini," tandas Cahyo.
Untuk selanjutnya, tambah Cahyo, pihaknya berharap Pemkot Batu kembali merundingkan kesepakatan kerjasama dengan Pengelola Tahura.
Dan nantinya bukan hanya Wisata Alam Coban Talun saja yang diminta pengelolaan secara kerjasama, tapi Wisata Cangar juga sekalian ikut dirundingkan. Karena dua obyek Wisata Alam di Tahura tersebut sebagai bentuk pengembangan dan pemerataan obyek Wisata Daerah sehingga wisata tidak terpusat di Kota Batu saja.
"Kami optimis, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat akan menyerahkan pengelolaan obyek wisata alam yang masuk wilayah Kota Batu dengan pola kerjasama. Karena bagaimanapun, bila terjadi musibah atau kasus di obyek wisata alam tersebut pasti Pemkot Batu yang akan diminta ikut bertanggung jawab menyelesaikan," tutur Cahyo.