Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Ada Enam Sumber Mata Air di Desa Ini, Tapi Sekarang Kondisinya Seperti Ini . . .

“Desa kami mengalami dua kali musim kemarau sejak 2014 lalu. Sebab, debit air dari sumber mata air menurun.”

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Sumber mata air di Desa Sumber Brantas. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – Jumlah warga yang kesulitan air di Kota Batu bertambah. Setelah warga Desa Sumberjo dan Desa Oro Oro Ombo, warga Desa Sumber Brantas pun kesulitan air bersih.

Desa Sumber Brantas berada di ketinggian sekitar 1.500 dari permukaan laut (dpl). Desa ini terkenal memiliki sumber mata air cukup banyak, seperti sumber mata air Arbotetum mengalir ke sejumlah kota di Jatim.

“Desa kami mengalami dua kali musim kemarau sejak 2014 lalu. Sebab, debit air dari sumber mata air menurun,” Kades Sumber Brantas, Juadi, Senin (24/10/2016).

Sekarang pengelola air bersih terpaksa mengalirkan air secara bergantian. Dia khawatir kondisi ini bisa memicu konflik sosial.

“Seperti rumah di Dusun Lemah Putih. Pasokan air bersih terpaksa digilir. Air bersih mengalir mulai Subuh sampai sekitar pukul 07.00 WIB,” tambahnya.

Sementara itu, Kasun Jurang Kuali, Purnomo mengaku khawatir kondisi yang dialami warganya. Padahal Desa Sumber Brantas memiliki enam mata air, yaitu Sumber Suyitno, Sumber Joko, Sumber Jamitri, Sumber Kaplingan, Sumber Marji, dan Sumber Makam Umum.

“Debit airnya sudah menurun. Bahkan ada yang mulai mengering. Padahal kebutuhan air bersih terus naik,” kata Purnomo.

Purnomo mengakui Pemdes sudah mencari solusi mengatasi kesulitan air bersih warga. Pemdes telah menghidupkan HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum), penatan jaringan pipa air bersih, dan melakukan penghijuan di sekitar sumber mata air.

“Pemdes telah menyiapkan sekitar 1.000 bibit pohon untuk penghijauan. Kami harap cara ini bisa meningkatkan debit air,” tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved