Malang Raya
Waspada, Sudah Ada Lima Orang Terseret Ombak di Pantai Spelot
Berdasar data Komunitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Pujiharjo, ada lima kasus wisatawan terseret ombak di pantai tersebut.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pengunjung Pantai Spelot di Dusun Spelot, Desa Pujiharjo, Tirtoyudo, Kabupaten Malang harus waspada. Keindahan pantai tersebut bisa mengancam nyawa wisatawan.
Berdasar data Komunitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Pujiharjo, ada lima kasus wisatawan terseret ombak di pantai tersebut selama 2016.
“Empat orang meninggal dunia, dan satu orang selamat,” ujar Pujian Imam Teguh, Ketua Sibat Desa Pujiharjo, Minggu (11/12/2016).
Peristiwa terakhir terjadi pada Minggu (11/12/2016) siang. Wisatawan asal Sidoarjo, Rizky Iswahyudi (18) terseret ombak sehingga meninggal dunia.
Awalnya Rizky mandi di pantai bersama temannya, Faris (20) dan Feri (19). Tiba-tiba ombak besar dating, dan menggulung tubuh Rizky.
Feri dan Faris yang di dekat korban tidak tahu bila temannya tergulung ombak. Dua orang ini baru sadar setelah Rizky lama tidak muncul. Akhirnya Faris memberi tahu tiga temannya yang berada di pinggir pantai untuk mencari pertolongan.
Wisatawan yang memenuhi pantai itu, beserta tim SAR langsung mencari korban. Sekitar 10 menit kemudian, tubuh Rizky menepikan.
Menurut teman Rizky, M Ridwan (21) kondisi Rizky sudah membiru. Rizky sudah meninggal ketika berada di tepi.
Risky dating ke pantai itu bersama lima temannya. Para warga Sidokare, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo ini mengendarai tiga sepeda motor. Sebelum berkunjung ke Pantai Sepelot, kelompok ini mengikuti kegiatan komunitas motor di Kota Batu.
“Berangkat ke pantai pagi tadi, dan tiba sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Ridwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/korban-terseret-ombak-pantai-splot-kabupaten-malang_20161211_190740.jpg)