Minggu, 12 April 2026

Malang Raya

Antisipasi Modus Penipuan Wali Murid, Ini Imbauan dari Dinas Pendidikan Kota Batu . . .

sejumlah wali murid siswa SDK Sang Timur Kota Batu mendapatkan telepon gelap yang mengabarkan anaknya mengalami kecelakaan di sekolah

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin 

SURYAMALANG.COM, BATU - Maraknya telepon gelap modus penipuan wali murid direspon cepat Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu. Pasalnya, telepon gelap yang diterima wali murid siswa sekolah di Kota Batu sangat meresahkan karena berujung pada pemerasan dengan meminta sejumlah uang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin mengatakan, Dindik Kota Batu cukup banyak menerima laporan terkait aksi penipuan melalui telepon gelap dari sekolah-sekolah. Laporan itu pun sudah langsung direspon melalui surat imbauan kepada seluruh Kepala Sekolah mulai TK, SD, dan SMP serta SMA/SMK di Kota Batu untuk setiap pertemuan dengan wali murid selalu mengingatkan agar tidak mudah menanggapi adanya telepon gelap.

"Silakan Kasek (kepala sekolah) mengimbau wali murid datang dan mengecek anaknya di sekolah bila ada telepon gelap menginformasikan sesuatu yang buruk dialami anaknya. Atau bisa melalui telepon langsung ke sekolah dan jangan cepat merespon telepon gelap itu," kata Mistin, Kamis (9/2/2017).

Dijelaskan Mistin, berdasar laporan yang masuk penelepon gelap wali murid siswa di sekolah cukup menguasai teknik berkomunikasi yang cukup meyakinkan. Awalnya penelepon gelap terlebih dahulu basa basi meminta informasi siapa nama anaknya dan siswa di mana serta kelas berapa.

Setelah data tersebut diperoleh barulah penelepon gelap tersebut berulah memberikan informasi seolah data anaknya yang diberikan wali murid dengan siswa yang diinformasikan mengalami kondisi buruk cocok. Dan biasanya penelepon tersebut meminta wali murid memberikan biaya awal untuk alasan pertolongan medis dan sebagainya.

"Modus seperti itu yang sering dilakukan penelepon gelap kepada wali murid," ucap Mistin.

Mengenai kemungkinan adanya kebocoran data wali murid dari sekolah yang dimanfaatkan oleh penelepon gelap, ungkap Mistin, hal itu kemungkinan kecil terjadi. Karena pihak sekolah tidak mungkin memberikan data para wali murid siswa sekolah kepada sembarang orang, apalagi orang tidak dikenal.

Untuk itu, tambah Mistin, semua Kepala Sekolah di Kota Batu untuk menjaga data wali murid sebaik mungkin agar tidak mudah diketahui sembarang orang dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

"Silahkan semuanya mengantisipasi aksi penelepon gelap yang belakangan semakin marak dan bisa meresahkan serta merugikan wali murid," tutur Mistin.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah wali murid siswa SDK Sang Timur Kota Batu mendapatkan telepon gelap yang mengabarkan anaknya mengalami kecelakaan di sekolah, Rabu (8/2/2017). Penelepon gelap meminta biaya pertolongan medis awal terhadap anaknya.

Namun setelah orang tua mendatangi SDK Sang Timur ternyata tidak ada siswa yang mengalami musibah kecelakaan dan siswa tetap mengikuti proses belajar seperti biasa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved