Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Sopir Angkot Sweeping di Malang, Penumpang Telantar Dititipkan Bus Menuju Terminal

Akibat sweeping itu, para penumpang terlantar. Polisi menghentikan bus dan menaikkan penumpang yang ke Kota Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
benni indo
SOPIR ANGKOT PROTES ANGKUTAN ONLINE - Mediasi antara sopir angkot dengan petugas Dishub di kantor LLAJ Prov Jatim, Senin (14/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Sekitar 500 sopir angkot se-Malang Raya melakukan aksi damai di UPT LLAJ Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, Senin (14/5/2018). Para sopir angkot datang dengan kendaraan angkot dari berbagai jurusan di Malang Raya.

Para sopir menuntut realisasi dari hasil pertemuan terdahulu. Sopir  meminta agar pemerintah tegas menegakkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek sebagai pengganti Permenhub sebelumnya dan menolak keberadaan taksi online .

“Kami datang kedua kalinya untuk menitipkan buku kir kendaraan sebagai bentuk aksi protes atas keberadaan taksi berbasis aplikasi online yang selama ini tidak memenuhi persyaratan,” ungkap Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Malang, Agus Mulyono, Senin (14/5/2018).

Kepala UPT Dishub Jatim Lely Aryani menjelaskan, tuntutan para sopir masih sama seperti tuntutan sebelumnya. Terkait tuntutan itu, Lely mengatakan akan membawa ke pemerintah daerah.

“Mereka minta untuk tidak ada penindakan, penundaan denda dan biaya retribusi. Nah itu nanti kita usulkan ke kepala daerah kabupaten/kota dan DPRD karena itu terkait dengan SKPD lainnya. nanti mudah-mudahan kebijakan itu dapat diperoleh dari kepala daerah kabupaten/kota,” ujarnya..

Lely melanjutkan, kedua para sopir menilai, dengan diserahkannya buku uji kir menandakan bahwa para sopir sangat serius meminta pemerintah tegas menjalankan regulasi yang sudah dibuat.

“Seperti yang kita tahu, akhirnya yang dirasa adalah penindakannya kan sempat ditunda oleh Kementerian. Itu yang dituntut oleh mereka. Tetapi dari jajaran Dinas Perhubungan maupun Kepolisian juga masih menunggu penegasan kembali dari Kementerian,” paparnya.

Aksi itu sempat diwarnai tindakan sweeping oleh para sopir. Para sopir menghentikan angkot yang membawa penumpang ketika melintas di depan kantor UPT LLAJ Jatim. Akibat aksi tersebut, jalanan sempat macet .

Tidak sedikit warga yang menjadi korban karena tidak tahu kalau ada aksi demo mogok para sopir angkot.

“Saya tidak tahu kalau ada demo, padahal tujuan saya ke Lawang tapi diturunkan sama sopir,” ungkap Jefri warga Patal, Lawang.

Hal serupa juga dialami Fatimah yang mengaku kaget dan tidak tahu kalau akan ada demo.

“Apa demonya sampai sore nanti? Saya harus kembali ke Lawang,” ujarnya.

Akibat sweeping itu, para penumpang telantar. Petugas kepolisian langsung mengambil tindakan dengan menghentikan bus dan menaikkan penumpang yang ke Kota Malang dengan bus jurusan Terminal Arjosari. Sementara yang akan ke Lawang dan Karangploso diikutkan mobil pribadi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved