Berita Malang Hari Ini
98.689 Tenaga Kerja Terserap di Kota Malang
Pemerintah Kota Malang melaporkan ada 98.689 tenaga kerja yang terserap hingga 2 Oktober 2023. Pada 2022, jumlah tenaga kerja yang terserap 120.770.
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang melaporkan ada 98.689 tenaga kerja yang terserap hingga 2 Oktober 2023. Angka ini diperkirakan naik karena masih ada waktu hingga tahun 2023 selesai. Pada 2022, jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 120.770.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menyatakan serapan tenaga kerja saat ini diprediksi akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pasalnya, aktivitas pariwisata dan bisnis yang membaik telah membuka banyak potensi kebutuhan tenaga kerja.
"Tenaga kerja di Kota Malang banyak bergerak di bidang pariwisata seperti kafe, restoran, hotel, dan beberapa bisnis UMKM," ujar Arif, Rabu (4/10/2023).
Pihaknya juga gencar membuka lowongan informasi kerja agar bisa diakses pencari kerja. Menurut Arif, upaya menyerap tenaga kerja ini merupakan bagian dari program prioritas Pj Wali Kota Malang untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
"Karena semakin banyak yagn bekerja, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan," katanya.
Sejak dilantik sebagai Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat tengah gencar menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem yang juga menjadi isu nasional. Kemiskinan di Kota Malang mengalami penurunan setiap tahun. Pada 2018, angka kemiskinan Kota Malang mencapai 7,22 persen. Di tahun 2020, angka tersebut turun drastis menjadi 4,44 persen.
Meski di tahun 2021 sempat naik akibat Pandemi Covid-19, yakni diangka 4,62 persen, angka tersebut mampu ditekan hingga 4,37 persen di tahun 2022. Dengan data itu, Kota Malang kini menempati peringkat kedua dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur, setelah Kota Batu.
"Saya minta ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan tanggungjawab masing-masing. Saya lihat memang kurang optimal untuk melakukan program dari master plannya," ujar Wahyu.
Menurutnya, penuntasan kemiskinan ekstrem harus ada peningkatan keterampilan masyarakat. Masyarakat tidak hanya diberikan umpan, namun harus diberi alat pancing agar bisa terus bergerak.
"Tidak selalu bantuan yang sifatnya temporer, jangan kasih umpan. Harus kasih pancingnya supaya mereka berusaha," ujarnya.
Ada sejumlah OPD yang akan memberikan keterampilan, seperti dari Diskopindag Kota Malang dan juga Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. Nantinya, ketika keterampilan selesai dilakukan, produk-produk hasil keterampilan tersebut akan difasilitasi Pemkot Malang untuk dibantu pemasarannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wahyu-hidayat-tengah-gencar-menyelesaikan-persoalan-kemiskinan-ekstrem.jpg)