Sabtu, 11 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Profil Adya Hermawati, Guru Besar Baru Universitas Widyagama Malang

Prof Dr Adya Hermawati SE MM dikukuhkan sebagai guru besar baru Universitas Widyagama (UWG) Malang, Sabtu (24/2/2024)

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Rektor Universitas Widyagama Malang, Dr Anwar SH MHum (kiri), dan guru besar baru Prof Dr Adya Hermawati SE MM (kanan), Sabtu (24/2/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Prof Dr Adya Hermawati SE MM dikukuhkan sebagai guru besar baru Universitas Widyagama (UWG) Malang, Sabtu (24/2/2024), saat rapat terbuka senat dalam rangka dies natalis ke-53.

Adya Hermawati adalah guru besar bidang ilmu manajemen. Ia menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul "Memaksimalkan Potensi SDM melalui Quality of Work Life: Strategi dan Dampaknya terhadap Kinerja Organisasi".

"Yang saya sampaikan dalam pidato pengukuhan saya ini adalah hasil penelitian saya sejak tahun 2009 sampai 2023."

"Kebetulan penelitian-penelitian saya itu mendapatkan dana dari Kemendikbud, sehingga konsistensi dari penelitian saya itu road mapsnya jelas," papar perempuan kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini.

Menurutnya, kualitas hubungan kerja pada suatu organisasi untuk implementasi strategi bagaimana SDM itu berkinerja optimal di organisasi.

Saat ditanya SURYAMALANG.COM tentang mengapa ia konsen ke teori itu, karena itu ujung tombak yang bisa mendorong atau mengoptimalkan kinerja individu kemudian berkontribusi kepada kinerja organisasi, lembaga, institusi.

"Teori itu menarik. Jadi teori itu adalah teori baru ketika saya baru awal meneliti di 2009. Ini saya kembangkan terus penelitian itu sampai di 2023 lalu."

"Bahkan saya mendapatkan pendanaan Rp 300 juta dari Kemendikbudristek. Pada 2020, saya sempat mendapatkan juga pendanaan Rp 483 juta," papar dia.

Ia meneliti itu mulai dari UMKM, UKM dan di sektor-sektor yang berbeda.

Dijelaskannya, supaya bisa mengoptimalkan kinerja individu, ia menyarankan agar aspek quality of work life itu diimplementasikan. Supaya nanti kinerja individu akan berkontribusi pada kinerja organisasi.

Sebab salah satu aspek membangun komitmen itu dari SDM yang ada di organisasi tersebut. Terkait kendala di penelitiannya, ia menjawab ada. Hal ini karena indikator dari aspek quality of work life ini kan ada sembilan.

"Jadi mungkin organisasi itu tidak sepenuhnya mengimplementasikan sembilan indikator itu. Mungkin ada lima, enam dan paling banyak tujuh," jawabnya.

Peran leader organisasi juga diperlukan agar bisa menjalankan bersama SDM lainnya.

Adya menjadi dosen tetap di UWG sejak 1993. Awalnya ia menyelesaikan D3 di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) Semarang.

Lalu bekerja di bank swasta. Ia menabung agar bisa menyelesaikan pendidikan S1. Maka melanjutkan S1 ke UWG di alih jenjang. Setelah lulus, ia bekerja di bank swasta.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved