Berita Malang Hari Ini
DPRD Kota Malang Akan Laporkan ASN Jika Ikut Berkampanye
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyatakan, dewan mencermati anggaran yang bersifat seremonial tidak begitu penting.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - DPRD Kota Malang mengalihkan anggaran bersifat seremonial di Pemerintahan Kota Malang ke sektor pendidikan dan kesehatan.
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyatakan, dewan mencermati anggaran yang bersifat seremonial tidak begitu penting.
Dalam rapat paripurna terakhir, dewan telah memangkas sejumlah anggaran yang bersifat seremonial. Anggaran seremonial dialihkan ke sektor pendidikan dan kesehatan.
Penambahan anggaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 9.616.508.239. Penambahan anggaran pada Dinas Kesehatan sebesar Rp 4.050.694.196.
Belakangan dewan menilai bahwa kegiatan seremonial telah mengarah kepada kampanye tidak langsung di masa jelang Pilkada 2024.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dinilai oleh Made sering menyusupi program pemerintahan dengan aktivitas kampanye tidak langsung. Made mencontohkan adanya pembagian kaos yang bergambar wajah Wahyu Hidayat.
Dewan juga mengingatkan agar aparatur sipil negara tidak berkampanye saat ini. Made menegaskan, lembaganya akan memberikan laporan kepada pihak provinsi jika mendapati adanya perilaku kampanye oleh aparatur sipil negara. Made menegaskan agar anggaran publik di dalam APBD tidak dimanfaatkan untuk kampanye.
"ASN jangan berkampanye, biarkan kami saja yang kampanye karena di DPRD ini memang orang-orang politik," tegas Made, Jumat (26/7/2024).
Saat ini, DPRD Kota Malang telah menyiapkan satu nama yang akan menjadi pengganti Wahyu Hidayat sebagai Pj Wali Kota Malang. Satu orang kandidat tersebut berstatus sebagai pegawai negeri sipil, yakni Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso. Jika Erik terbukti ikut kampanye, maka usulan menggantikan Wahyu akan dicabut.
"Kami sebagai legislatif hanya bisa memberikan peringatan, nanti kalau penindakan ada ranahnya sendiri. Namun kami bisa melaporkan ke tingkat provinsi. Kami juga akan pertimbangkan kembali kalau ada ASN yang berkampanye. Kalau begitu, mending dari provinsi saja, kan netral," ujar Made.
Sebelumnya, nama Erik sempat dibahas sebagai pengganti Wahyu. Erik dipilih karena telah berpengalaman dan mengetahui tujuan program di Pemkot Malang. Daripada harus menghadirkan orang baru, yang artinya belajar kembali dari awal.
Erik saat dikonfirmasi tidak banyak memberikan penjelasan. Ia tidak ingin berandai-andai menjadi Pj Wali Kota Malang. Ia menegaskan hanya fokus kerja saja saat ini.
"Saya hanya melaksanakan tugas sebaik-baiknya," ungkapnya.
Sementara itu, Wahyu menyatakan bahwa kegiatan yang ia lakukan sejauh ini adalah bagian dari program pemerintah. Tidak adaunsur kampanye yang ia lakukan.
"Tidak ada itu, kan ini program pemerintah," katanya.
Pun sejumlah spanduk atau papan reklame yang banyak bertebaran di pinggiran kota. Wahyu mengatakan bahwa itu bagian dari sosialisasi program Pemkot Malang.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Kota-Malang-I-Made-Riandiana-Kartika-2.jpg)