Rabu, 10 Juni 2026

Malang Raya

Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem di Malang Seminggu Ini, BPBD Pantau Wilayah Rawan Bencana

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno menuturkan potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi mulai tanggal 10 hingga 17 September.

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
ILUSTRASI - CUACA EKSTREM - Pengemudi ojek online (ojol) berkendara di tengah hujan di kawasan Jalan Kartanegara, Kota Malang, Senin (19/5/2025). Potensi cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi selama satu minggu di beberapa wilayah Jawa Timur. Wilayah Malang Raya baik Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang terdampak. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi selama satu minggu ke depan.

Wilayah Malang Raya baik Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang terdampak.

Menanggapi adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang meningkatkan kewaspadaan serta intensif memantau wilayah rawan bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno menuturkan potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi mulai tanggal 10 hingga 17 September.

"Dari data resmi yang saya dapat dari BMKG, cuaca ekstrem dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti hujan dengan intensitas sedang maupun lebat, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang serta puting beliung," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (11/9/2025).

Potensi cuaca ekstrem itu terjadi disebabkan adanya gangguan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Selat Madura turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan lebat.

"Sebagai bentuk kewaspadaan, ada beberapa hal yang telah kami lakukan. Yaitu, rutin memantau perkembangan cuaca secara real time serta memantau situasi kondisi terkini masing-masing wilayah kelurahan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk memangkas pohon yang dinilai terlalu rimbun dan rawan tumbang.

"Untuk pengurangan resiko pohon tumbang, dilakukan lewat pemangkasan. Sedangkan untuk mengurangi resiko baliho atau papan reklame yang rawan roboh, dilakukan bersama tenaga ahli lewat pemeriksaan kekuatan konstruksi," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prayitno mengimbau kepada warga Kota Malang untuk tetap berhati-hati dan waspada khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.

"Jangan berteduh di lokasi-lokasi yang memiliki kerentanan seperti di bawah pohon maupun di bawah papan reklame. Apabila memungkinkan, sebisa mungkin hindari melintas di ruas jalan yang memiliki banyak pohon," pungkasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved