Minggu, 19 April 2026

Kabupaten Malang

Melon dan Bibit Ikan, Program Kolaborasi Bentoel Group Kembangkan Keterampilan Warga Desa Bedali

Desa Bedali mendapatkan dukungan dari Bentoel Group kembangkan pertanian melon yang diklaim dapat menyerap tenaga kerja dari kelompok warga miskin e

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/BENNI INDO
MELON BEDALI - Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti (kaos putih) bersama perwakilan Pemkab Malang menunjukan produk melon yang dipanen di Desa Bedali, Selasa (11/11/2025). Melalui pendampingan wirausaha ini, 
Ringkasan Berita:
  • Bentoel Group sebagai pihak swasta mendukung upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga Desa Bedali Kecamatan Lawang, Malang, terutama bagi keluarga miskin
  • Saat ini terdapat 151 keluarga atau 349 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem di desa Bedali
  • Salah satu potensi yang sedang dikembangkan di Desa Bedali adalah pertanian melon, perikanan dan wisata lokal

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terus berupaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warganya, terutama bagi keluarga miskin ekstrem.

Kepala Desa Bedali, Dewi Buyati, menyebutkan saat ini terdapat 151 keluarga atau 349 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem di desanya.

Baca juga: 300 Mama Muda Akan Dilatih, Intervensi Pemkab Malang Genjot Penanganan Kemiskinan di Keluarga Rentan

 

Dewi meyakini melalui program pengembangan ekonomi masyarakat yang sedang dijalankan bersama sektor swasta, warga Bedali dapat memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Saat ini, warga di Desa Bedali mendapatkan dukungan dari Bentoel Group.

Mereka mengembangkan pertanian melon yang diklaim dapat menyerap tenaga kerja dari kelompok warga miskin ekstrem.

Produksinya dapat membantu perekonomian warga yang terlibat di dalamnya. 

“Harapan saya dengan adanya pengembangan ini, bisa menambah keterampilan warga," katanya, Selasa (11/11/2025).

Dewi menjelaskan, salah satu potensi yang sedang dikembangkan di Desa Bedali adalah pertanian.

Pertanian melon menjadi corak baru yang dikembangkan dan telah berhasil menyerap tenaga kerja.

Di sisi lain, Desa Bedali juga tengah mengembangkan sektor perikanan dan wisata lokal. 

Selama ini, sejumlah kolam pancing di wilayahnya masih mengambil pasokan ikan dari luar daerah.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa mulai menginisiasi program pembibitan ikan agar kebutuhan pasokan dapat dipenuhi secara mandiri oleh warga.

Hal itu dapat menambah sumber usaha yang berada di desa Bedali. Rencananya, program tersebut akan diberlakukan pada 2026.

“Di Bedali ada beberapa kolam pancing, tapi rata-rata ikannya masih dari luar. Sekarang kami bantu pembibitan supaya warga bisa memenuhi sendiri permintaan itu,” jelasnya.

Selain pengembangan perikanan, Dewi juga menyoroti pentingnya pelatihan keterampilan bagi generasi muda di Bedali yang jumlah penduduknya mencapai 16.800 jiwa atau sekitar 5.000 kepala keluarga.

Menurutnya, fasilitas pelatihan di desa masih terbatas, dan respon masyarakat terhadap kegiatan peningkatan kapasitas juga perlu terus didorong.

“Anak-anak di sini perlu dukungan pelatihan. Tahun 2025 kami arahkan pada manajemen pengelolaan wisata agar potensi lokal bisa berkembang,” tambahnya.

Baca juga: Bangun Bangsa Oleh Bentoel Group Luncurkan Empower Academy Bersama Petani Milenial Kabupaten Malang

Komitmen Pengembangan Masyarakat

Sementara itu, Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama pengembangan masyarakat di Desa Bedali. 

Bentoel Group menjalankan program Empowering Academy di Desa Bedali.

Program ini mendampingi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.

Peserta mendapatkan pelatihan selama delapan bulan untuk mempersiapkan usaha yang dijalankan.

Bentoel Group membantu peningkatan kapasitas untuk kemampuan pemasaran produk yang dihasilkan petani lokal.

Ia memastikan program ini tidak akan berhenti pada tahap awal, tetapi akan diteruskan melalui kemitraan dengan berbagai pihak.

“Kami di Bentoel akan membawa capaian hari ini ke tahap selanjutnya. Kami ingin program ini tidak berhenti di sini, dan berupaya mencari mitra lain agar terus berjalan dan berkembang,” tutur Dian.

Dian menambahkan, pihaknya juga masih membutuhkan masukan serta pandangan strategis dari pemerintah desa dan masyarakat agar program pemberdayaan ini dapat berjalan tepat sasaran.

“Kami sangat membutuhkan arahan dan pandangan dari masyarakat serta pemerintah desa. Dengan begitu, program ini bisa kami kembangkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Sejauh ini, program Empowering Academy telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Kupang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.

Program yang mulai bergerak pada 2024 ini telah menjangkau ratusan penerima manfaat.

Kolaborasi antara Bentoel Group dan Pemerintah Desa Bedali ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Malang. (Benni Indo)

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved