Kabupaten Malang
Parkir One Gate System di Stadion Kanjuruhan Dapat Dukungan Masyarakat, Ada Usul Parkir Berlangganan
Menyambut baik One Gate System, warga memberikan saran jika sistem parkir bisa meniru seperti Bendungan Karangkaten yang terapkan parkir berlangganan.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Rencana penerapan One Gate System di Stadion Kanjuruhan disambut baik oleh masyarakat.
Mereka menilai dengan penerapan ini akan menjamin keamanan kendaraan yang diparkir.
Sambutan baik itu di antaranya disampaikan oleh Aisyah Nawangsari Putri,.
Warga Kabupaten Malang ini hampir satu minggu sekali berkunjung ke Stadion Kanjuruhan untuk membuka lapak baca buku gratis.
"Nggak masalah sih (One Gate System) selama untuk ketertiban, dan nantinya pasti penataan parkir juga semakin rapi," kata Aisyah ketika dikonfirmasi, Jumat (21/11/2025).
Ia menjelaskan, bahwa sudah seharusnya penerapan Stadion Kanjuruhan seperti di Stadion Gajayana Kota Malang, yaitu menerapkan One Gate System.
Melalui sistem tersebut, ia menilai kendaraan yang diparkir juga semakin aman. Terlebih didukung dengan CCTV.
Selain itu, dukungan tersebut juga disampaikan selama tarif parkir tidak dinaikkan. Yakni dengan tarif parkir pada umumnya untuk sepeda motor senilai Rp 2000.
"Pokoknya selama tarifnya nggak dinaikkan saya mendukung sistem ini. Tapi kalau dinaikkan ya pikir-pikir lagi," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Hanifuddin Musa. Setiap akhir pekan ia selalu berkunjung ke Stadion Kanjuruhan untuk jogging.
Menurutnya dengan penerapan One Gate System bisa mengurangi pungutan liar.
"Kadang kalau parkir itu tarifnya berbeda. Di kertas karcis tulisannya Rp 2000 tapi ditarik Rp 3000 per sepeda motor. Kan ini sudah melanggar ya," imbuhnya.
Dirinya pun mendukung adanya penerapan One Gate System di Stadion Kanjuruhan.
Ia juga memberikan saran jika sistem parkir bisa meniru seperti di Bendungan Karangkaten yang menerapkan parkir berlangganan.
"Tapi semoga apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat dan tidak memberatkan," tukasnya.
Sebagaimana diketahui, pada 2026 rencananya Stadion Kanjuruhan akan diterapkan One Gate System.
Pelaksanaannya melibatkan pihak ketiga dari investor dengan metode bangun guna serah.
Nilai investasinya sebesar Rp 600 juta.(isn)
| Proyek Bibit Tebu Rp23 Miliar di Malang Carut-Marut, Uang HOK Petani Diduga Disunat dan Bibit Busuk |
|
|---|
| Proyek Alun-alun Kepanjen Butuh Dana Rp 150 Miliar, Pemkab Malang Kolaborasi dengan Bank Jatim |
|
|---|
| Pencairan Dana Kompensasi Rp 1,5 Miliar dari Pemkot Malang untuk Warga Wagir Malang Masih Buram |
|
|---|
| DLH Kota Malang Tunggu Perwali Cairkan Kompensasi TPA Supit Urang, Warga Ancam Temui Wali Kota |
|
|---|
| Warga Wagir Minta Ketua Fraksi PDIP Tagih Janji Kompensasi Rp1,5 M, Sebut Pemkot Malang 'Omdo' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Dinas-Bina-Marga-mengecek-sirkuit-yang-ada-di-luar-Stadion-Kanjuruhan.jpg)