Kamis, 4 Juni 2026

Bus Trans Jatim Malang Raya

Bus Trans Jatim Beroperasi di Malang, Sopir Angkot: Lebih Enak Cari Penumpang di Luar Terminal

Angkot belum merasakan dampak langsung dari beroperasinya bus Trans Jatim di Kota Malang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
TRANS JATIM - Bus Trans Jatim koridor Malang Raya melintas di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Sabtu (22/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Sopir angkot belum bisa mengandalkan penumpang dari Terminal Hamid Rusdi..
  • Rute angkot trayek AG tidak bersinggungan langsung dengan jalur bus Trans Jatim.
  • Organda memastikan angkot bisa menjadi feeder bus Trans Jatim mulai Januari 2026.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Angkutan kota (angkot) belum merasakan dampak langsung dari beroperasinya bus Trans Jatim di Kota Malang. Sopir angkot belum bisa mengandalkan penumpang dari Terminal Hamid Rusdi.

Bus Trans Jatim mulai perjalanan dari Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian transit di Terminal Landungsari yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Lalu bus melanjutkan perjalanan sampai Terminal Kota Batu.

Sopir angkot trayek Arjosari–Hamid Rusdi (AH), Hadi Slamet mengaku belum merasakan dampak langsung dari beroperasinya Bus Trans Jatim.

Menurutnya, rute angkot trayek AG tidak bersinggungan langsung dengan jalur bus Trans Jatim.

"Bus Trans Jatim dari Terminal Hamid Rusdi lewat Madyopuro, lalu ke stasiun Malang. Jadi bus Trans Jatim tidak berpengaruh ke angkot AH," kata Hadi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (30/11).

Para sopir AG masih bisa beroperasi seperti biasa karena masih mengandalkan penumpang dari jalur Arjosari–Gadang.

Namun, tidak mudah mencari penumpang di jalur tersebut. Rata-rata hanya ada lima penumpang yang naik angkot trayek AH.

"Kalau jangkauan bus Trans Jatim diperluas sampai bersinggungan dengan jalur AG, mungkin akan berdampak sekali ke kami," ujarnya.

Saat ini para sopir AG menilai kurang efektif mencari penumpang di terminal. Para sopir lebih senang mencari penumpang di tempat keramaian, seperti RS Saiful Anwar (RSSA), Pasar Besar Malang (PBM), dan Terminal Gadang.

"Lebih enak mencari penumpang di luar terminal. Kalau mencari penumpang di terminal, kami harus bersaing dengan ojek online (ojol)," terangnya.

Hadi menyebutkan para sopir angkot tidak menolak perkembangan transportasi baru, termasuk program angkutan pelajar gratis.

Namun Hadi berharap Pemkot Malang tetap memperhatikan nasib sopir angkot. "Nasib sopir angkot ini mau dikemanakan. Nasib kami ini seperti hidup segan, tapi mati tak mau," imbuhnya.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang pun mengakui operasional Trans Jatim belum berdampak signifikan terhadap pendapatan sopir angkot.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono mengatakan saat ini jalur bus Trans Jatim masih terbatas, sehingga belum bisa memberikan dampak signifikan ke sopir angkot.

Purwono memastikan angkot bisa menjadi feeder bus Trans Jatim mulai Januari 2026.

"Kami telah komunikasi dengan DPRD Kota Malang untuk mematangkan konsep feeder, mulai dari model operasional, pembagian jalur, sampai skema dukungan terhadap sopir," kata Purwono.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved