Kabupaten Malang
Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya Akan Skrining Jantung Anak pada 2026
Yayasan Jantung Indonesia Malang Raya menyebut kasus penyakit jantung pada anak di Kabupaten Malang masih tinggi
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya, Hanik Dwi Martya menyampaikan, kasus penyakit jantung pada anak di Kabupaten Malang masih tinggi
- Namun, pihaknya tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya sebab belum ada laporan dari puskesmas
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya, Hanik Dwi Martya menyampaikan, kasus penyakit jantung pada anak di Kabupaten Malang masih tinggi.
Namun, pihaknya tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya sebab belum ada laporan dari puskesmas.
"Sangat banyak (kelainan jantung). Kita tidak bisa ngomong angka karena tidak terlaporkan."
"Sehingga kita masih menunggu pemberitahuan dari masing-masing puskesmas," kata Hanik Dwi Martya.
Seperti yang tejadi baru-baru ini, kasus kelainan jantung bawaan ditemukan di Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Penderitanya adalah balita berusia 2,5 tahun.
Kasus penyakit jantung bawaan pada balita tersebut terlaporkan saat kunjungan kerja Ketua TP PKK Kabupaten Malang di Desa Ngajum dua bulan lalu.
Di kunjungan ini, ditemukan balita stunting yang beratnya tidak mencapai 7 kilogram. Balita tersebut kerap keluar masuk rumah sakit.
Baca juga: Pohon Beringin di Jalan Merapi Kota Malang Tumbang Menimpa Sepeda Motor dan Warung
"Balita ini awalnya stunting kemudian setelah ditelusuri ternyata karena ini (kelainan jantung bawaan)," jelasnya.
Seperti kasus tersebut sudah seharusnya segera mendapatkan pertolongan.
Namun Hanik menyadari jika penyakit itu tidak terlaporkan karena kurangnya pemahaman dari orang tua.
Oleh sebab itu, agar penyakit jantung bawaan pada anak segera terdetekni, Hanik membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Malang. Baik itu dari kader kesehatan maupun masyarakat secara langsung ke YJI.
"Sehingga kami bisa meneruskan melalui rumah sakit atau ke dokter-dokter yang kami miliki. Karena memang kasus seperti ini cukup banyak," terangnya.
Selain itu, pada 2026 mendatang YJI Cabang Malang Raya berencana melakukan skrining pada 2000 siswa SMP-SMA se-Malang Raya untuk mendeteksi adanya penyakit jantung.
Skrining dilakukan berdasarkan daerah dengan kasus stunting terbanyak.
Dijelaskannya, proses skrining akan dilakukan oleh dokter jantung.
Kemudian menggunakan alat skrining yang disponsori oleh salah satu perusahaan.
"Secara teknis seperti apa kita belum bisa sampaikan."
"Dalam waktu dekat kami akan lakukan rapat koordinasi dengan jajaran Kepala Dinas Kesehatan se-Malang Raya," pungkasnya.
Hanik Dwi Martya
Yayasan Jantung Indonesia (YJI)
Malang Raya
Kota Malang
SURYAMALANG.COM
Kabupaten Malang
| Penarikan Tarif Masuk Bendungan Lahor Malang Kembali Beroperasi Sementara Mulai Senin 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Proyek Bibit Tebu Rp23 Miliar di Malang Carut-Marut, Uang HOK Petani Diduga Disunat dan Bibit Busuk |
|
|---|
| Proyek Alun-alun Kepanjen Butuh Dana Rp 150 Miliar, Pemkab Malang Kolaborasi dengan Bank Jatim |
|
|---|
| Pencairan Dana Kompensasi Rp 1,5 Miliar dari Pemkot Malang untuk Warga Wagir Malang Masih Buram |
|
|---|
| DLH Kota Malang Tunggu Perwali Cairkan Kompensasi TPA Supit Urang, Warga Ancam Temui Wali Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-Yayasan-Jantung-Indonesia-YJI-Cabang-Malang-Raya-Hanik-Dwi-Martya.jpg)