Kabupaten Malang
Keluhan Warga Cepokomulyo Kepanjen Terdampak Pembangunan Jalan, Rumah dan Toko jadi 'Terbenam'
Keluhan warga yang rumah maupun tempat usahanya terdampak pembangunan jalan yang permukaannya dibuat lebih tinggi itu menjadi viral di media sosial.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Pembanguan jalan di Kecamatan Kepanjen,Malang dikeluhkan sejumlah warga yang terdampak.
- Warga mengeluh karena ketinggian badan jalan yang kini mencapai 1 meter lebih atau setinggi pinggang orang dewasa dibandingkan permukaan rumah atau toko mereka yang sebelumnya sejajar dengan jalan.
- DPUBM Kabupaten Malang menyampaikan bahwa pembangunan jalan itu merupakan bantuan Kementerian PU.
- DPUBM menyebut akan dilakukan penyesuaian teknis di lapangan, terkait keluhan warga.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pembanguan jalan mulai dari Simpang Empat Kepanjen menuju ke Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang menuai polemik.
Sebab, ada perbedaan ketinggian yang siginifikan antara badan jalan dengan rumah atau tempat usaha milik warga.
Ketinggian badan jalan yang diurug itu mencapai 1 meter lebih atau setinggi pinggang orang dewasa.
Akibatnya, beberapa rumah atau pertokoan yang ada di sisi barat pun terdampak.
Baca juga: 3 Jalur Alternatif ke JLS Pantai Malang Selatan Nataru 2025: Hindari Gondanglegi-Bantur Cek Denahnya
Keluhan warga yang rumah maupun tempat usahanya terdampak pembangunan jalan yang permukaannya dibuat lebih tinggi itu menjadi viral di media sosial.
Ketika wartawan SuryaMalang.com mendatangi lokasi, Senin (15/12/2025) memang benar apa yang terjadi seperti yang viral di media sosial.
Ruas jalan yang dilakukan peninggian itu mulai dari perlintasan Kereta Api (KA) di Jalan Suprapto, Kelurahan Cepokomulyo sampai 100 meter ke selatan.
"Ini sudah lima harian dibangun, ya keadannya seperti ini," kata Supeno tukang tambal bang di area tersebut.
Lebih dari lima pertokoan atau usaha milik warga yang terdampak proyek tersebut.
Mereka mengeluhkan akses keluar masuk dari badan jalan ke pertokoan.
"Sebelumnya ini (jalan) ya sejajar sama halaman rumah," tegasnya.
Agar usahanya tetap berjalan di tengah pembangunan proyek, Supeno pun lebih memilih untuk membuat papan kayu sebagai akses keluar masuk sepeda motor.
Dikatakannya, ia harus merogoh kocek senilai Rp 150 ribu untuk membuat papan kayu. Sebab, dari pihak pelaksana tidak diberi akses sama sekali.
Sama seperti yang terlihat lainnya, warga memilih memasang papan seadanya sebagai akses jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pembangunan-jalan-Kepanjen-malang.jpg)