Kota Malang
Djoko Prihatin Bakal Buka Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang yang Disegel
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, merespons penyegelan Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, merespons penyegelan Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang
- Menurut Djoko Prihatin, penyegalan kantor tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang ia anggap wajar
- Djoko Prihatin mengatakan, akan membuka segel tersebut. Sebelum itu, ia akan membangun dialog terlebih dahulu dengan sejumlah tokoh di Golkar Kota Malang
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, merespons penyegelan Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang.
Menurut Djoko Prihatin, penyegalan kantor tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang ia anggap wajar.
Dalam wawancara, Djoko Prihatin mengatakan, akan membuka segel tersebut.
Sebelum itu, ia akan membangun dialog terlebih dahulu dengan sejumlah tokoh di Golkar Kota Malang.
"Kami akan buka buka segel itu nanti," ujar Djoko, Selasa (16/12/2025).
Kata Djoko, setelah dirinya terpilih dalam Musyda, hanya dia yang menjadi pengurus resmi.
Maka ia anggap wajar kalau penyegalan itu terjadi, apalagi masih belum ada pengurus yang berkantor.
"Pengurus satu-satunya yang sudah resmi hanya saya," tegasnya.
Baca juga: Djoko Prihatin Ungkap Proses Terpilih Jadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Periode 2025–2030
Djoko belum mengambil sikap apapun mengetahui kantor DPD Golkar Kota Malang disegel.
Pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, pintu Kantor DPD Golkar Kota Malang terpasang bambu yang diikat menyilang beserta banner aspirasi kader bertuliskan "Tak Perlu Ada Musda Jika Semuanya Diveto Provinsi dan DPP".
Selain pintu masuk yang disegel, dinding kantor juga dipenuhi sejumlah banner aspirasi. Salah satunya bertuliskan "Musda Golkar, Demokrasi yang Diperkosa".
Musyawarah Daerah (Musyda) DPD Partai Golkar Kota Malang yang digelar di Surabaya pada Minggu (14/1/2025) yang menetapkan Djoko Prihatin sebagai Ketua DPD Golkar Kota Malang itu juga sempat menimbulkan penolakan.
Di dalam Musda yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya kemarin, Djoko menjelaskan bahwa dirinya memperoleh suara 50 persen dari 10 pemilik suara sah.
Sementara dua kandidat lain yakni M Anton (Abah Anton) dan Rudi Nugroho dinyatakan tak lolos verifikasi pencalonan oleh Tim Steering Committee (SC).
Djoko tak memungkiri bahwa Musyda ini memang sempat mengalami dinamika luar biasa dibanding daerah lainnya.
Sehingga sebagai ketua terpilih, ia menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi. Soliditas ini dinilai Djoko sebagai modal penting untuk masa depan partai ke depan.
Djoko pun memastikan akan mengakomodasi seluruh unsur untuk kepengurusan periode mendatang.
Termasuk yang berseberangan sekalipun. Terlebih, Djoko memasang target dapat mengerek suara maupun perolehan kursi Partai Golkar di Kota Malang pada Pemilu mendatang. Pada Pemilu 2024 sebelumnya, Golkar Kota Malang berhasil memiliki 6 kursi di DPRD.
"Target kami gak muluk-muluk, yaitu 2 kursi dari yang sudah ada saat ini. Insyaallah jadi 8 kursi," katanya.
Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi mengatakan, bahwa dinamika dalam partai politik merupakan hal lumrah.
Termasuk, terkait adanya protes mengapa pelaksanaan Musyda Kota Malang ditarik ke Golkar provinsi.
Namun di luar itu semua, Ali meminta agar ketua terpilih bisa menggencarkan konsolidasi guna penentuan personalia struktur kepengurusan. Partai Golkar Jatim menekankan untuk tetap menjaga soliditas internal.
"Kepengurusan harus mencerminkan konfigurasi yang ada di Kota Malang. Harus bisa merangkul semua," ujar Ali.
Di sisi lain, Ali Mufthi meminta agar ketua DPD Golkar Kota Malang yang baru ini bisa meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu mendatang. Target harus ditetapkan. Minimal menambah dua kursi.
| SPPG Kartika Nawa Kota Malang Tetap Beroperasi Normal di Tengah Pencopotan Kepala BGN |
|
|---|
| DPRD Kota Malang Dorong Penyaluran Seragam Gratis yang Dilakukan Pemkot Bisa Tepat Sasaran |
|
|---|
| Anggaran Dipangkas, Pembagian Seragam Sekolah Gratis di Kota Malang Tidak Menyasar Seluruh Siswa |
|
|---|
| Disimpan dalam Pembalut, Penyelundupan Obat-obatan ke dalam Lapas Malang Digagalkan Petugas |
|
|---|
| Atlet Sepeda Berharap Velodrome Kota Malang Segera Direvitalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kader-Partai-Golkar-Kota-Malang-menyegel-Kantor-DPD-Partai-Golkar-Kota-Malang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.