Selasa, 26 Mei 2026

Kota Malang

Djoko Prihatin Bakal Buka Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang yang Disegel

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, merespons penyegelan Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
PENYEGELAN - Sejumlah kader Partai Golkar Kota Malang menyegel Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang menggunakan banner dan bambu seusai Musyda XI di Surabaya, Minggu (14/12/2025). 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, merespons penyegelan Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang.

Menurut Djoko Prihatin, penyegalan kantor tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang ia anggap wajar.

Dalam wawancara, Djoko Prihatin mengatakan, akan membuka segel tersebut.

Sebelum itu, ia akan membangun dialog terlebih dahulu dengan sejumlah tokoh di Golkar Kota Malang.

"Kami akan buka buka segel itu nanti," ujar Djoko, Selasa (16/12/2025).

Kata Djoko, setelah dirinya terpilih dalam Musyda, hanya dia yang menjadi pengurus resmi.

Maka ia anggap wajar kalau penyegalan itu terjadi, apalagi masih belum ada pengurus yang berkantor.

"Pengurus satu-satunya yang sudah resmi hanya saya," tegasnya.

Baca juga: Djoko Prihatin Ungkap Proses Terpilih Jadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Periode 2025–2030

Djoko belum mengambil sikap apapun mengetahui kantor DPD Golkar Kota Malang disegel.

Pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, pintu Kantor DPD Golkar Kota Malang terpasang bambu yang diikat menyilang beserta banner aspirasi kader bertuliskan "Tak Perlu Ada Musda Jika Semuanya Diveto Provinsi dan DPP".

Selain pintu masuk yang disegel, dinding kantor juga dipenuhi sejumlah banner aspirasi. Salah satunya bertuliskan "Musda Golkar, Demokrasi yang Diperkosa".

Musyawarah Daerah (Musyda) DPD Partai Golkar Kota Malang yang digelar di Surabaya pada Minggu (14/1/2025) yang menetapkan Djoko Prihatin sebagai Ketua DPD Golkar Kota Malang itu juga sempat menimbulkan penolakan.

Di dalam Musda yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya kemarin, Djoko menjelaskan bahwa dirinya memperoleh suara 50 persen dari 10 pemilik suara sah.

Sementara dua kandidat lain yakni M Anton (Abah Anton) dan Rudi Nugroho dinyatakan tak lolos verifikasi pencalonan oleh Tim Steering Committee (SC). 

Djoko tak memungkiri bahwa Musyda ini memang sempat mengalami dinamika luar biasa dibanding daerah lainnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved