Wisata Malang Raya
Wisatawan Siap-siap Cari Jalan Alternatif, Banjir dan Tanah Longsor Ancam Malang Raya
BMKG memprediksi hujan bakal mengguyur Malang Raya selama Desember ini. Puncak hujan akan terjadi pada Januari 2026.
Ringkasan Berita:
- Musim hujan tidak menyurutkan wisatawan untuk berwisata di Malang Raya.
- Payung dan Cangar termasuk kawasan yang rawan bencana di Kota Batu.
- Luapan air muncul karena banyaknya sampah yang masuk ke saluran drainase.
SURYAMALANG.COM, BATU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan bakal mengguyur Malang Raya selama Desember ini. Puncak hujan akan terjadi pada Januari 2026.
Musim hujan tidak menyurutkan wisatawan untuk berwisata di Malang Raya. Misalnya Latifah Anjani yang memilih berwisata ke tempat wisata Coban Putri di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu.
Wisatawan asal Gresik ini sengaja memilih liburan sebelum masuk masa libur Natal dan Tahun Batu (Nataru) karena untuk menghindari kemacetan dan kepadatan wisatawan yang datang ke Kota Batu.
"Tahun lalu, saya mencoba liburan pas Nataru, ternyata banyak yang berwisata, dan jalan macet. Akhirnya sekarang saya memutuskan liburan sebelum Nataru," kata Latifah kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (14/12).
Latifah dan keluarganya sempat diguyur hujan saat Coban Putri. Tapi Latifah tetap bisa menikmati berwisata di Coban Putri.
"Saya tidak berani mandi karena dingin sekali, dan waswas kalau sewaktu-waktu airnya deras," tambahnya.
Bencana banjir dan tanah longsor memang mengancam Kota Batu selama musim hujan. Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, ada beberapa daerah rawan bencana, seperti kawasan Payung di Kelurahan Songgokerto, dan Cangar yang berada di Desa Sumberbrantas.
"Kawasan Payung dan Cangar rawan tanah longsor dan pohon tumbang," kata Suwoko, Plt Kalaksa BPBD Kota Batu.
Dua kawasan tersebut kerap dilewati masyarakat dan wisatawan karena menjadi jalan menuju tempat wisata. Suwoko minta wisatawan waspada saat melewati kawasan itu saat musim hujan.
"Jalur Cangar sudah dibuka. Tapi bila hujan deras dengan durasi lama, kawasan itu akan ditutup, demi faktor keamanan," ujarnya.
Suwoko juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati jika berkunjung ke tempat wisata alam, seperti air terjun.
"Untuk sementara, wisata di air terjun masih aman. Kami mengimbau masyarakat hati-hati saat berwisata ke coban saat musim hujan, mengingat debit air yang tinggi saat hujan," terangnya.
Ada banyak coban di Kota Batu, seperti Coban Talun, Coban Rais, Coban Putri, Coban Lanang, dan Coban Rondo. Dari lima coban, saat ini hanya air terjun Coban Talun yang tutup sementara. Kawasan ini ditutup sementara imbas dari tanah longsor di jalan menuju wisata air terjun pada awal November lalu.
"Cobannya ditutup, karena masih rawan longsor susulan. Tapi untuk wisata di sekitar coban masih buka," terangnya.
| Pemandian Sumberingin Jadi Primadona Wisata Warga Malang di Masa Libur Nataru |
|
|---|
| Menikmati Sensasi Melintasi Jembatan Kaca di Malang Skyland |
|
|---|
| Wisatawan Masih Bisa Pesan Kamar Hotel di Malang Raya, Tak Ada Diskon Khusus |
|
|---|
| Waspada Macet, Setiap Hari 30.000 Kendaraan Masuk Malang |
|
|---|
| Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan di Malang Raya untuk Urai Kemacetan saat Libur Nataru 2025/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/COBAN-PUTRI-KOTA-BATU.jpg)