Wisata Malang Raya
Wisatawan Masih Bisa Pesan Kamar Hotel di Malang Raya, Tak Ada Diskon Khusus
Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Malang masih sekitar 50 persen.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah hotel telah menyiapkan paket Natal dan Tahun Baru.
- PHRI optimistis okupansi kamar bisa tembus 90 persen pada malam Nataru.
- Hotel dan restoran di Kota Batu tidak memberikan diskon khusus.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Malang masih sekitar 50 persen. Namun, angka tersebut diprediksi akan meningkat setelah 22 Desember.
"Sekarang okupansi sementara masih normal. Nanti rata-rata okupansi hotel bisa mencapai sekitar 80 persen. Memang ada hotel yang sudah penuh, tapi belum merata di semua hotel," kata Agoes Basoeki, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/12).
Untuk menarik minat wisatawan, sejumlah hotel telah menyiapkan paket Natal dan Tahun Baru. Sesuai data PHRI Kota Malang, ada 13 hotel yang menyiapkan paket menginap dengan layanan tambahan.
"Bukan sekadar potongan harga, tapi ada tambahan layanan, seperti gala dinner dan hiburan. Jadi tamu tidak hanya menginap, tetapi juga mendapatkan pengalaman," jelas Agoes.
PHRI juga rutin melaporkan kesiapan perhotelan kepada Dinas Pariwisata (Dispar) dan Polres Malang Kota dalam mengantisipasi lonjakan kunjungan dan potensi gangguan selama libur akhir tahun. PHRI juga meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.
"Kami mendapat surat edaran dari Pemprov Jatim yang minta waspada bencana, dan menjaga situasi tetap aman dan nyaman, serta memperhatikan keselamatan tamu, termasuk pemanduan jika terjadi kondisi darurat," ujarnya.
Agoes menilai posisi Kota Malang sebagai daerah penyangga wisata masih sangat strategis. Selama Nataru, wisatawan yang menginap di Kota Malang umumnya berwisata ke Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Namun, dengan adanya destinasi wisata perkotaan, kegiatan rapat, dan event hiburan, Agoes berharap wisatawan dapat lebih lama tinggal di Kota Malang.
"Kota Malang bisa menjadi tempat singgah yang menarik. Selain wisata, ada juga kegiatan rapat dan destinasi yang bisa dikunjungi," katanya.
Secara umum, kondisi perhotelan saat Nataru tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, Agoes berharap seluruh persiapan yang dilakukan dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan.
"Kami mengimbau wisatawan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari transportasi, pemesanan kamar, sampai membawa obat-obatan pribadi. Informasi bisa diakses melalui media sosial atau internet," terang Agoes.
Tak Ada Diskon
Keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Batu masih rendah jelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sampai saat ini okupansi kamar hotel baru sekitar 50 persen.
"Itu termasuk reservasi untuk malam Tahun Baru. Tapi ini masih wajar karena seluruh sekolah belum libur. Kami berharap okupansi atau reservasi kamar meningkat mulai minggu depan," kata Sujud Hariadi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu.
Sujud optimistis okupansi kamar bisa tembus 90 persen pada malam libur Natal dan Tahun Baru. Sedangkan pada 26, 27, 28, 29 Desember, Sujud menargetkan okupansi kamar mencapai 70 persen.
| Waspada Macet, Setiap Hari 30.000 Kendaraan Masuk Malang |
|
|---|
| Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan di Malang Raya untuk Urai Kemacetan saat Libur Nataru 2025/2026 |
|
|---|
| Hotel di Kota Malang Berlomba Raih Keuntungan saat Momen Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| PHRI Kota Malang Perkuat Kolaborasi, Okupansi Hotel Diproyeksi Naik Jelang Nataru 2025/2026 |
|
|---|
| Jelang Nataru, Pengunjung Wisata Dusun Kuliner di Kota Batu Meningkat, Ada Museum Cilik Alat Dapur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Pelayan-menyajikan-menu-kepada-tamu-hotel-Ascent-Hotel-Cafe-Malang-di-Gin-Gin-Cafe-Pool-Rooftop.jpg)