Kamis, 23 April 2026

Kabupaten Malang

Banjir dan Longsor di Malang Barat Menimbulkan Material Lumpur Bercampur Sampah

Setelah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Malang Barat, Rabu (21/1/2026) kemarin, meninggalkan material lumpur bercampur sampah

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
BANJIR - Pasca bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026), personel BPBD Malang dan masyarakat membersihkan sampah yang tertinggal di jalan dan gorong-gorong, Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, MALANG - Setelah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Malang Barat, Rabu (21/1/2026) kemarin, meninggalkan material lumpur bercampur sampah.

Tercatat ada beberapa kejadian tanah longsor dan banjir di Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang, dan Kecamatan Kasembon di Kabupaten Malang.

Di antaranya di Dusun Talasan Desa Suko Mulyo, Jalan Raya Mantung, Jalan Raya Bendosari, Desa Wiyurejo, Desa Tawangsari Kecamatan Pujon, Desa Pait Kecamatan Kasembon dan banjir bercampur lumpur serta sampah terjadi di Desa Pujon Lor dan Desa Ngroto.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto mengatakan, material sampah yang terbawa banjir Rabu malam berasal dari sampah-sampah yang ada di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Pandesari.

Baca juga: Banjir dan Longsor Menerjang MI Mabruk Quran Pujon Malang, Sekolah Libur, MBG Tetap Berjalan

“Kemarin sore mulai jam 4 sore sampai malam curah hujan tinggi dan terus menerus di Pujon, Ngantang serta Kasembon, sehingga ada beberapa titik banjir dan longsor."

"Khususnya yang terpantau itu di Pujon dan Kasembon, dengan kondisi agak parah di Tawangsari."

"Material sampah dari TPS yang ada di Pandesari, kebetulan TPS Desa Pandesari dekat dengan sungai, sehingga longsoran TPS itu ke sungai dan material turun bersama luapan air,” kata Purwoto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (22/1/2026).

Sampah Selepas Banjir

Purwoto membenarkan kejadian banyaknya sampah yang sampai ke jalan hingga viral di media sosial, sehingga mengakibatkan tumpukan sampah saat pasca bencana.

“Semalam itu air bercampur sampah ke jalan, sampai menutup jalan provinsi tapi langsung semalam dari BPBD dan PU mengeksekusi agar jalan bisa dilalui."

"Sedangkan dampak yang di rumah warga pagi ini tadi kami eksekusi karena semalam tidak memungkinkan,” ujarnya.

Selain meninggalkan sampah di jalan-jalan dan gorong-gorong serta pemukiman, banjir juga membuat empat rumah warga rusak.

“Di sini ada empat rumah yang kerusakannya agak cukup parah karena rumahnya terbuat dari bambu sehingga jebol ke dapur dan banyak sampah,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, sejatinya Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di Malang Barat.

“Untuk menghentikan hujan juga tidak mungkin, upaya untuk mengurangi hujan sudah dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur."

"Dilakukan rekayasa hujan, dua kali pesawat pengeboman untuk modifikasi cuaca tapi memang tidak berhasil 100 persen,” pungkasnya.

BPBD Malang mengimbau pada masyarakat agar waspada, terutama rumah-rumah yang dekat aliran sungai terkait potensi kemungkinan terjadi banjir.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved