Kota Malang
Tips Investasi Bagi Anak Muda dari OJK Malang, Waspadai Platform Kripto dari Luar Negeri
Dalam perencanaan keuangan ideal, uang seharusnya dialokasikan secara proporsional. Berapa persen untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
"Kalau yang terdaftar di OJK, masih bisa dipantau. Kalau dari luar negeri, kita tidak tahu uang itu dibawa ke mana," tambahnya.
Ia menjelaskan, investasi kripto pada prinsipnya mirip dengan penawaran saham perdana, di mana investor perlu memahami usaha dan fundamental di balik aset yang dibeli.
Tanpa pengetahuan tersebut, risiko kerugian menjadi sangat besar.
"Pelajari dulu ilmunya. Jangan ikut-ikutan. Apalagi harga kripto seperti Bitcoin juga fluktuatif, sekarang pun sedang turun," katanya.
Baca juga: Evaluasi Kinerja 2025, OJK Malang Dorong BPR BPRS Lebih Sehat dan Transparan
Produk Investasi dengan Dana Terbatas
Farid menekankan bahwa investasi tidak selalu membutuhkan modal besar.
Banyak produk lembaga keuangan yang bisa diakses dengan dana terbatas.
"Seperti emas itu bisa dicicil, saham bisa mulai Rp 100 ribu, reksadana juga bisa. Dana pensiun lembaga keuangan juga ada. Masalahnya, banyak yang belum tahu," jelasnya.
Ia pun mendorong generasi muda untuk memanfaatkan berbagai fasilitas edukasi keuangan, seperti sekolah pasar modal yang disediakan secara gratis.
"Kalau mau investasi, belajar dulu. Investasi itu bisa dimulai dari kecil, tapi harus dengan pemahaman. Jangan sampai punya Rp 1 juta, lalu Rp 800 ribu langsung diinvestasikan tanpa mikir kebutuhan hidup," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-OJK-Malang-Farid.jpg)