Kamis, 9 April 2026

Kota Malang

DBD Masih Jadi Ancaman Serius, Dinas Kesehatan Kota Malang Galakkan Gerakan 3 M Plus

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang di tahun 2023 hingga 2025, tercatat jumlah kasus DBD mencapai 1.954 kasus.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
ANCAMAN SERIUS - Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif saat ditemui beberapa waktu lalu. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius, sehingga Dinkes Kota Malang melakukan sosialisasi dan menggalakkan kembali gerakan 3 M Plus sebagai upaya pencegahan DBD. 
Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang di tahun 2023 hingga 2025, tercatat jumlah kasus DBD mencapai 1.954 kasus
  • Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan di tahun 2023, tercatat ada 462 kasus DBD dengan empat kematian. Kemudian tahun 2024, ada 777 kasus dengan empat kematian
  • Lalu di tahun 2025, tercatat 715 kasus dengan lima kematian. Dari data tersebut, Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan kasus tertinggi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Kota Malang.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang di tahun 2023 hingga 2025, tercatat jumlah kasus DBD mencapai 1.954 kasus.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan di tahun 2023, tercatat ada 462 kasus DBD dengan empat kematian. Kemudian tahun 2024, ada 777 kasus dengan empat kematian.

Lalu di tahun 2025, tercatat 715 kasus dengan lima kematian. Dari data tersebut, Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan kasus tertinggi.

Baca juga: Perajin Tempe di Kampung Sanan Kota Malang Kurangi Produksi, Buntut Harga Kedelai Impor Naik

"Setiap tahun, kasus DBD ini masih ada dan jumlahnya tergolong besar. Sehinggga, DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang serius," jelasnya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (26/1/2026).

Gerakan 3M

Dirinya menerangkan, bahwa Angka Bebas Jentik (ABJ) Kota Malang masih berada di angka 92 persen dan belum mencapai target atau angka standar yang ditetapkan sebesar 95 persen.

Kemudian, anomali cuaca dengan kondisi hujan yang masih terjadi turut membuat angka kasus DBD di Kota Malang masih tinggi.

Sehingga, pelaksanaan gerakan 3M Plus perlu digalakkan kembali. Yaitu, upaya pencegahan DBD dengan menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, lalu menutup rapat tempat penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang limbah barang bekas yang memiliki nilai ekonomis

"Kalau lingkungan bersih, maka tidak ada tempat bagi nyamuk Aedes aegyepti untuk berkembang biak. Sehingga, ini dapat menekan rantai penyebaran DBD," jelasnya.

Pihaknya pun menargetkan penurunan kasus DBD pada tahun 2026 ini, dengan cara penguatan peran fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun puskesmas pembantu dan keterlibatan aktif masyarakat dalam gerakan 3 M Plus.

"Angka kasus DBD harus ditekan di tahun 2026 ini dan jangan sampai kembali tinggi."

"Selain penguatan peran fasilitas kesehatan, kunci utama yaitu kewaspadaan dan keterlibatan aktif masyarakat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk lewat gerakan 3 M Plus," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved