Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026

Kota Malang

Pemkot Malang Rencanakan Penanaman Pohon Tabebuya di Jalan Sekarno Hatta

Pohon tabebuya dipilih karena memiliki karakter daun lebar dan relatif sesuai dengan kondisi lahan yang tersisa di Suhat.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
TABEBUYA - Warga berfoto dengan latar bunga tabebuya di Jalan Danau Maninjau Barat, Sawojajar, Kota Malang, Selasa (14/11/2023). Kini, Pemkot Malang berencana menanam tabebuya di Jalan Soekarno Hatta. 
Ringkasan Berita:
 
 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang merencanakan penanaman pohon tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta (Suhat) sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi penghijauan pascapembangunan drainase.

Langkah ini dilakukan setelah adanya arahan langsung dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk menindaklanjuti sorotan publik terkait berkurangnya ruang hijau di kawasan tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond Matondang, mengatakan hal tersebut saat diwawancarai SURYAMALANG.COM, Selasa (27/1/2026).

Pohon tabebuya dipilih karena memiliki karakter daun lebar dan relatif sesuai dengan kondisi lahan yang tersisa di Suhat.

“Jenis tanaman yang akan kami tanam adalah tabebuya daun lebar."

"Harapannya bisa memberikan fungsi penghijauan sekaligus estetika di kawasan Jalan Soekarno Hatta,” ujar Raymond kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Pemkot Malang Janji Akan Tanam Kembali Pohon di Jalan Soekarno Hatta

Menurut Raymond, saat ini DLH bersama tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih melakukan survei lapangan untuk menentukan titik-titik yang memungkinkan ditanami pohon secara langsung.

Salah satu lokasi yang dinilai memungkinkan berada di sisi barat Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di kawasan Politeknik Negeri Malang (Polinema), karena masih terdapat celah tanah yang tidak tertutup beton.

“Di Polinema masih ada ruang tanah yang bisa ditanami. Untuk titik-titik lain, seperti di depan ruko hingga ke arah utara, masih kami cek di lapangan,” katanya.

Penanaman Bisa Pakai Pot

DLH Kota Malang menyiapkan bibit tabebuya dengan tinggi sekitar tiga meter.

Jumlah bibit yang disiapkan menyesuaikan kebutuhan di lapangan, bahkan disebutkan bisa mencapai ratusan batang apabila kondisi lahan memungkinkan.

Selain penanaman langsung di tanah, Pemkot Malang juga menyiapkan opsi penggunaan pot berukuran besar untuk titik-titik yang berada di atas atau berdekatan dengan saluran drainase.

Opsi ini dipilih agar penanaman pohon tidak mengganggu struktur gorong-gorong maupun rencana pembangunan jalur pedestrian di atasnya.

“Untuk lokasi yang tidak memungkinkan ditanami langsung, kami siapkan pot besar."

"Tapi kalau ada lahan yang bisa ditanami pohon langsung, tentu itu yang kami prioritaskan,” ujar Raymond.

Baca juga: Fungsi Ekologis Jalan Soekarno Hatta Harus Dikembalikan Usai Pembangunan Gorong-gorong Selesai

Rencana penanaman pohon tabebuya ini ditargetkan mulai direalisasikan setelah survei dan penilaian lapangan selesai dilakukan oleh tim provinsi.

Pemkot Malang berharap penanaman tersebut dapat menjadi langkah awal pemulihan kualitas lingkungan di Jalan Soekarno Hatta yang selama ini dikenal sebagai salah satu koridor hijau di Kota Malang.

“Pada prinsipnya, Pemkot Malang siap menanam kembali dan menyesuaikan dengan hasil evaluasi di lapangan,” pungkas Raymond.

Survei lapangan telah dilakukan sejak Senin (26/1/2026) oleh tim dari Provinsi Jawa Timur, yang sebelumnya menjadi pelaksana proyek gorong-gorong.

DLH Kota Malang masih menunggu hasil pengecekan lapangan di sisi depan ruko hingga ke arah utara Jalan Soekarno Hatta.

Penentuan titik tanam, kata Raymond, akan mempertimbangkan kondisi lahan agar tidak mengganggu infrastruktur drainase yang telah dibangun.

Raymond menjelaskan, salah satu opsi penanaman adalah memanfaatkan tanah di sisi gorong-gorong, terutama di area antara deretan ruko yang saat ini masih berupa paving.

Selain itu, penggunaan pot besar juga tetap menjadi alternatif untuk titik-titik yang tidak memungkinkan ditanami langsung di tanah.

“Dari awal konsentrasinya memang di drainase. Untuk perencanaan penanaman kembali, konsep awalnya menggunakan pot besar."

"Tapi kalau di lapangan ada lahan yang memungkinkan ditanami pohon langsung, tentu itu yang kami dahulukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, rencana penanaman kembali sebenarnya sudah disiapkan DLH sejak awal pembangunan gorong-gorong.

Namun, keterbatasan lebar lahan membuat jenis dan lokasi tanaman harus disesuaikan.

“Saat pemasangan gorong-gorong, kami sudah merencanakan lokasi penanaman pohon. Tapi karena lahannya kurang lebar, akhirnya kami mencari bibit tanaman yang cocok untuk kondisi tersebut,” kata Raymond.

Jika hasil pengecekan lapangan rampung, penanaman pohon ditargetkan mulai dilakukan pada Kamis atau Jumat pekan ini.

“Rabu ini survei lapangan ditargetkan selesai. Kalau tidak ada kendala, Kamis atau Jumat sudah mulai penanaman pohon,” ujarnya.

Raymond menambahkan, sesuai informasi dari Dinas PU Provinsi Jawa Timur, area di atas gorong-gorong akan difungsikan sebagai jalur pedestrian.

Karena itu, penanaman pohon akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu fungsi trotoar maupun alur drainase.

“Pemkot Malang siap menanam kembali sesuai arahan wali kota dan hasil penilaian provinsi,” pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved