Kamis, 21 Mei 2026

Kopi Legendaris Malang

Dulu Ada Kopi Dengklek, Sekarang Ngopi Pagi Jadi Tren di Kota Malang

Tren ngopi di pagi hari ini cukup mendapatkan antusias dari masyarakat, utamanya dari para gen Z.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Purwanto
BUAT KOPI - Dana Helmi Anggara membuat kopi expresso di Niskala Coffee, Kota Malang, Sabtu (31/1). Saat ini ngopi pagi (ngopag) sedang menjadi tren di Kota Malang. 

Ringkasan Berita:
  • 1.153 tempat ngopi terdiri dari coffee shop, kafe, warung kopi, sampai penjual kopi eceran.
  • Kopi dengklek sempat menjadi tren di Kota Malang dalam setahun terakhir.
  • Saat ini yang menjadi tren adalah ngopag atau singkatan dari ngopi pagi.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kopi menjadi denyut yang tidak pernah padam di Kota Malang. Saat ini semakin banyak ditemui coffee shop berjejeran di berbagai sudut Kota Malang.

Sesuai data Ngalam Ngopi, total ada 1.153 tempat ngopi yang tersebar di seluruh penjuru Kota Malang. Jumlah tersebut meliputi Coffee shop, kafe, warung kopi, sampai penjual kopi eceran di pinggir jalanan.

"Karena dari dulu saya suka kopi, dan semakin banyak orang jualan kopi, akhirnya saya mencoba untuk menghitung satu per satu warkop di Malang. Total ada 1.153 tempat ngopi di Kota Malang. Awalnya kami petakan sesuai kelurahan. Jadi kami hitung satu per satu tempat ngopi di setiap kelurahan," kata Dana Helmi Anggara, founder Ngalam Ngopi kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (31/1).

Awalnya pemetaan ini berawal dari kebutuhan akademik. Ada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi membutuhkan data sebaran warung kopi di Kota Malang. Dari situlah Dana dan rekan-rekannya ikut membantu sehingga akhirnya berkembang menjadi basis data komunitas.

Ngalam Ngopi dibentuk dari kecintaannya terhadap kopi. Dana pun rela menghabiskan waktu sehari-harinya dengan kopi. Dana dibantu oleh enam temannya yang juga bergerak di industri kopi.

Bagi Dana, Ngalam Ngopi tidak hanya sebagai wadah bagi para penikmat kopi di Malang. Tapi juga sebagai tempat bagi komunitas, media, dan event yang berhubungan dengan kopi.

Sejak September 2025, Dana membuka tempat ngopi bernama Niskala di Jalan Skarno Hatta, Kota Malang.

"Kopi hanya sebagai hobi, karena saya cinta dengan kopi sejak dulu. Makanya saya punya ide untuk membentuk Ngalam Ngopi yang tidak hanya sebagai media, tapi juga sebagai wadah bagi para penikmat kopi di Malang," ujarnya.

Menurut Dana, Malang memiliki sejarah panjang komunitas kopi. Ada lima komunitas yang pernah aktif di Malang, seperti Nyangkruk Kopi, Taman Bermain, Sekolah Minum Kopi, dan Vosco. Tetapi, komunitas kopi tersebut sudah banyak yang vakum.

Meskipun vakum, para pentolan dari komunitas kopi ini masih bergerak di industri kopi sampai sekarang. Bahkan ada yang sampai menjalani bisnis kopi dengan membuka coffee shop.

"Meskipun komunitasnya vakum, saya masih sering berkomunikasi dengan mereka," jelasnya.

Dari tahun ke tahun industri kopi mengalami perubahan tren. Seperti di Malang, Ngalam Ngopi sempat mendorong para pelaku industri kopi menggiatkan kopi emperan, atau ngopi di pinggir jalan dengan menggunakan kursi kecil atau dengklek.

Kopi dengklek ini sempat menjadi tren di Kota Malang, terutama pada malam hari. Cukup banyak warung kopi yang menyediakan dengklek kecil sebagai tempat duduk untuk menyeduh kopi.

Tren ini sempat ramai di sekitar Pasar Besar Malang, Comboran, Jalan Sukarno Hatta, Blimbing, Sukun, sampai berbagai wilayah lain dalam setahun terakhir. Namun, tren kopi dengklek ini tidak bertahan lama.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved