Kota Malang
Ditinggal Belanja dan Salat, Puluhan Anak di Alun-alun Merdeka Malang Lepas dari Pengawasan Ortu
Ditinggal Belanja dan Salat, Puluhan Anak di Alun-alun Merdeka Malang Lepas dari Pengawasan Ortu
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 62 anak lepas dari pengawasan orang tua saat bermain di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Senin (2/2/2026)
- DLH Kota Malang minta orang tua waspada saat membawa anak mereka ke Alun-alun Merdeka Kota Malang
- Antusias warga membawa anak-anak mereka ke Alun-alun Merdeka Kota Malang sangat tinggi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mendapat laporan bahwa 62 anak lepas dari pengawasan orang tua saat bermain di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Senin (2/2/2026).
Plh Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang mengungkapkan, jumlah laporan pada hari sebelumnya, Minggu (1/2/2026), mereka juga menerima laporan serupa.
Orang tua diminta waspada saat membawa anak mereka ke Alun-alun Merdeka Kota Malang.
Dikatakan Raymond, antusias warga membawa anak-anak mereka ke Alun-alun Merdeka Kota Malang sangat tinggi.
"Soalnya permainan anak baru sehingga menarik minat orangtua membawa buah hatinya ke Alun-alun," ujar Raymond kepada SURYAMALANG.COM, Senin (2/2/2026).
Dari laporan yang diterima, orangtua meninggalkan anak-anaknya saat berada di tempat bermain.
Ada yang ke masjid untuk melaksanakan salat, pun ada yang ke toilet. Beberapa laporan masuk menyebutkan ada orangtua yang meninggalkan anaknya untuk belanja.
Baca juga: DLH Kota Malang Tegaskan Kotak Toilet Alun-alun Merdeka Tidak Boleh Ditarif, Tapi Sumbangan Sukarela
Anak-anak yang sempat lepas dari pengawasan orangtua selamat semuanya. Mereka kembali ke orangtua masing-masing.
Batasi Jumlah Anak
Atas laporan tersebut, DLH akan mempertimbangkan untuk membatasi jumlah anak yang datang. Raymond juga menyebut kemungkinan memasang alat pengeras suara.
"Kalau ada informasi anak hilang lagi, dapat diumumkan melalui pengeras suara," terangnya.
Anggota DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang.
Menurutnya, kondisi “anak hilang” bukanlah kehilangan dalam arti sebenarnya, melainkan anak yang tercerai-berai dari orang tua akibat kerumunan ekstrem.
“Ini hal yang sangat mungkin terjadi di tempat ramai. Di mal saja bisa."
"Tapi kejadian kemarin harus menjadi evaluasi bagi Pemkot Malang, khususnya pengelola Alun-Alun Merdeka,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Dito mengakui pembukaan Alun-alun Merdeka Malang memicu antusiasme besar karena menjadi ruang publik baru dengan arena bermain anak dan air mancur yang lebih menarik.
| CCTV Bongkar Skenario 5 Karyawan Bakar Gudang Rokok di Malang Demi Tutupi Penggelapan |
|
|---|
| 625 Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Diprioritaskan Pindah |
|
|---|
| Pembongkaran Lapak Dimulai, Seluruh Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Sudah Direlokasi |
|
|---|
| 246 Penumpang KA Jayabaya dari Stasiun Malang Batal Berangkat |
|
|---|
| Cerita Agus Gagal Naik KA Jayabaya di Malang Imbas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Beralih ke Bus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Alun-alun-Merdeka-Kota-Malang-saat-dibuka-perdana-pasca-dilakukan-revitalisasi-Rabu.jpg)