Jumat, 8 Mei 2026

Kabupaten Malang

Presiden Prabowo Diagendakan Resmikan Jembatan Termangu di Kabupaten Malang

Presiden Prabowo Subianto diagendakan akan meresmikan Jembatan Termangu yang baru selesai dibangun di Kabupaten Malang

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Luluul Isnainiyah
JEMBATAN TERMANGU - Warga mencoba lewat jembatan gantung di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rabu (28/1/2026). Jembatan yang dibangun oleh pemerintah pusat ini bagian dari program 1000 jembatan. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, MALANG - Presiden Prabowo Subianto diagendakan akan meresmikan jembatan gantung yang baru selesai dibangun di Desa Trenyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Peresmian itu akan berlangsung bersamaan Presiden Prabowo Subianto hadir di Harlah Satu Abad NU, yang akan berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026).

Belum diketahui, Presiden Prabowo Subianto akan didampingi menteri siapa saja, namun diagendakan peresmian itu berlangsung usai hadir di tengah-tengah ribuan warga nadhliyin itu.

"Iya, diagendakan kalau Pak Presiden akan meresmikan jembatan gantung itu," tutur Sekda Kabupaten Malang, Budiar Anwar kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Uji Nyali, Rasakan Sensasi Berjalan di Jembatan Termangu Kabupaten Malang yang Bikin Kaki Bergetar

Perlu diketahui, jembatan gantung itu merupakan program dari 1.000 Jembatan Garuda, yang dibangun pemerintah pusat.

Itu menelan anggaran Rp 400 juta, dengan panjang 143 meter dan lebar 1,2 meter.

Yang mengerjakan adalah TNI, dengan teknik khusus atau disebut Vertical Rescue Indonesia (VRI).

Itu dikerjakan cuma sebulan atau selesai pertengahan Januari 2026 lalu.

Termangu

Jembatan yang hanya bisa dilewati pejalan kaki itu diberi nama Jembatan Termangu, yakni singkatan dari Trenyang-Mangunrejo.

Saat ini, jembatan itu langsung viral di media sosial karena banyak pengunjungnya.

Lokasinya tak jauh dari kantor Desa Trenyang, namun jalannya masih tanah sehingga harus segera dirabat beton karena jika hujan, kondisinya becek dan digenangi air hujan.

Meski kondisi jalannya belum baik, namun jembatan itu kini banyak dikunjungi warga.

Selain karena penasaran, juga dipakai buat uji nyali.

"Meski dredeg karena saat lewat di tengah itu goyang-goyang dan bikin kaki gemataran, namun asyik, sehingga warga yang datang, pasti mencoba untuk uji nyali," tutur Aan, pria berusia 38, yang rumahnya berjarak 1,5 kilometer dari jembatan itu.

Jembatan itu dibangun untuk menghubungkan dua kecamatan. Yakni, antara Desa Trenyang, Kecamatan Sumberpucung, dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen.

Makanya, itu mempersingkat akses buat warga terutama anak sekolah di dua kecamatan itu karena biasanya harus menempuh perjalanan 45 menit, kini cuma 10 menit.

"Ke depan, jembatan itu bisa jadi destinasi wisata, karena panoramanya alam dan persawahan," tutur Didik Santoso, Kades Trenyang.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved