Rabu, 29 April 2026

Harlah 1 Abad NU di Malang

Harmoni, Kantor GKJW Malang Jadi Tempat Transit Jemaah NU Menuju Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Semangat toleransi antarumat beragama tampak di Kota Malang menjelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Kantor Majelis Agung GKJW menjadi tempat transit.

|
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
TRANSIT : Jemaah Muslimat NU transit di Kantor Majelis Agung GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Wilayah Jawa Timur di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (7/2/2026) malam. Mereka akan menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang pada Minggu (8/2/2026). 

"Fasilitas di sini ada toilet, tempat istirahat sementara, dan konsumsi gratis. Ini sangat membantu kami," katanya.

Ia pun berharap, di usia satu abad ini, NU semakin kokoh dan memberi manfaat luas bagi bangsa. 

"Semoga NU semakin maju, semakin kuat, dan memberikan manfaat untuk seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Guyuran Hujan Tak Patahkan Semangat Rombongan Muslimat NU Ikut Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Ikhtiar merawat persaudaraan

Sementara itu, Ketua Majelis Agung GKJW, Pendeta Natanael Hermawan menyebut penerimaan jemaah Nahdliyin bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar merawat persaudaraan lintas iman yang telah terjalin lama.

"Ketika saudara-saudara dari PCNU Kota Surabaya datang dan menyampaikan maksudnya, kami langsung menyambut dengan sukacita,"

"Ini bukan hanya soal transit, tetapi ikhtiar merawat persaudaraan antara GKJW dan Nahdlatul Ulama," ungkapnya.

Pendeta Natanael juga menyinggung kedekatan historis antara NU dan GKJW. 

Baca juga: Posko Layanan Konsumsi Gratis Diserbu Jemaah saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana

Ia menyebut, NU yang berdiri pada 1926 di Tebuireng, Jombang, dan GKJW yang lahir pada 1931 di Mojowarno, Jombang, memiliki akar sejarah yang berdekatan secara waktu maupun geografis.

Tak hanya itu, Kantor Majelis Agung GKJW di Malang juga memiliki nilai historis tersendiri. 

Terutama berkaitan dengan presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Gus Dur pernah mengajar di tempat ini selama tujuh tahun, dari 1974 sampai 1981, tentang Teologi Islam atau Islamologi kepada para pendeta," jelasnya.

Peristiwa transit jemaah NU ini pun disebut sebagai napak tilas persaudaraan para pendahulu. 

Pihak GKJW ingin meneruskan relasi baik yang sudah dirintis sebelumnya oleh para pendiri.

Agar persaudaraan ini tetap lestari sebagai sesama anak bangsa, khususnya di Jawa Timur dan Kota Malang.

"Kami punya area sekitar tiga hektare. Karena Malang dingin dan ini malam hari, kami sediakan teh, kopi panas, juga ‘pala pendem’, supaya saudara-saudara Nahdliyin tidak masuk angin," tandasnya.

Momentum Mujahadah Kubro 1 Abad NU ini pun menjadi potret hidup toleransi di Malang, ketika perbedaan keyakinan justru menguatkan persaudaraan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved